Ahad 27 Feb 2022 16:07 WIB

Dubes RI Optimistis Wisman Singapura ke Lagoi Bertambah

Kebijakan travel bubble Bintan, Batam, Singapura sudah dinantikan warga Singapura.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Wisatawan berjalan di tepi Pantai Teluk Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Ahad (1/11/2020). Kebijakan gelembung perjalanan (travel bubble) Bintan, Batam, Singapura mulai berlaku pada Jumat (25/2/2022).
Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Wisatawan berjalan di tepi Pantai Teluk Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Ahad (1/11/2020). Kebijakan gelembung perjalanan (travel bubble) Bintan, Batam, Singapura mulai berlaku pada Jumat (25/2/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, BINTAN -- Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo optimistis kunjungan wisman Singapura ke Lagoi, Bintan, Kepri dengan skema gelembung perjalanan atau travel bubble akan terus bertambah setelah kunjungan perdana, Jumat (25/2/2022) dibuka.

"Saya percaya, kalau perjalanan dan penerimaan wisman di Lagoi berjalan aman dan lancar, maka wisman yang datang pasti makan ramai," kata Suryopratomo di Lagoi, Ahad (27/2/2022).

Baca Juga

Suryopratomo termasuk ke dalam rombongan 35 wisman Singapura yang datang ke Lagoi menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Internasional Bandar Bintan Telani (BBT), setelah dua tahun tak ada pelancong ke daerah setempat akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya  warga Singapura sangat menyambut baik penerapan gelembung perjalanan antara Bintan, Batam dan Singapura (BBS). "Singapura sendiri menerapkan vaccinated travel lane (VTL), sehingga wisman yang pulang dari Batam dan Bintan tak perlu lagi melakukan karantina di negeri jiran," ujar Suryopratomo.

Ia mengapresiasi perjuangan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemprov Kepri dalam membuka aktivitas kunjungan wisman melalui skema gelembung perjalanan. Mengingat perlu waktu sekitar dua tahun untuk berjuang merealisasikan hal tersebut.

Dia mengatakan, kebijakan gelembung perjalanan itu sudah lama dinanti-nantikan warga Singapura, sebab sudah dua tahun terakhir mereka tak bisa ke luar negeri. "Alhamdulillah, tepat sebulan setelah diterapkannya gelembung perjalanan, wisman Singapura langsung datang berwisata ke Lagoi," ujarnya.

Sementara itu, GM PT BRC Abdul Wahab selaku pengelola kawasan wisata terpadu Lagoi mengutarakan, untuk tahap pertama ini, Pemerintah Singapura membatasi 350 orang warganya berkunjung ke Bintan maupun Batam dalam sepekan. "Dari Singapura ke Lagoi, berangkat Jumat-Sabtu-Ahad. Sebaliknya dari Lagoi ke Singapura, berangkat Senin-Selasa-Rabu," ungkapnya.

Wahab menyatakan tak menutup kemungkinan Singapura menambah jumlah warganya berkunjung ke Bintan, jika wisman yang datang dalam keadaan sehat selama tinggal di Bintan dan setelah pulang ke Singapura.

Pihaknya juga memastikan pengawasan protokol kesehatan wisman Singapura di Lagoi berjalan ketat, sesuai Surat Edaran Satgas Covid-19 Nasional maupun Surat Keputusan Gubernur Kepri. "Semoga tahap awal ini aman-aman saja. Kita berupaya penyebaran Covid-19 terkendali, di sisi lain wisman yang datang tetap merasa aman dan nyaman," demikian kata Wahab.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement