Senin 31 Jan 2022 09:58 WIB

IHSG Dibuka Naik, Saham TLKM Hingga BRIS Dinilai Prospektif

IHSG dibuka naik ke level 6.656,70 melanjutakan reli penguatan selama tiga hari

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Gita Amanda
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (31/1/2022). (ilustrasi)
Foto: Tim infografis Republika
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (31/1/2022). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (31/1/2022). IHSG dibuka naik ke level 6.656,70 melanjutakan reli penguatan selama tiga hari beruntun.

Meski demikian, aksi jual bersih investor asing terhadap saham-saham blue chip cukup menjadi pemberat pergerakan IHSG. Beberapa saham yang diobral investor asing tersebut antara lain TLKM, BBCA, ASII, EMTK hingga UNVR.

Baca Juga

Valbury Sekuritas menilai pelaku pasar cukup optimistis dengan keyakinan pemerintah yang menyebut Indonesia mampu bertahan dari dampak kebijakan tapering bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Hal ini karena Indonesia berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan tahun 2013 ketika The Fed mengumumkan pengurangan program kuantitatif.

"Indikator stabilitas makroekonomi seperti suku bunga riil, inflasi, neraca transaksi berjalan dan cadangan devisa menunjukkan perbaikan yang sangat berarti sehingga kondisi ini dapat membuat Indonesia menjadi lebih kuat dalam menghadapi normalisasi kebijakan moneter AS," kata Valbury Sekuritas dalam risetnya, Senin.

 

Sementara itu, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dikoleksi investor hari ini. Pertama, Indo Premier Sekuritas menyematkan rekomendasi beli untuk AALI yang berpotensi terkerek oleh kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO) yang lompat ke level tertinggi.

Kemudian, saham BRIS juga masuk ke dalam saham pilihan Indo Premier Sekuritas didukung kinerja keuangan yang cemerlang. BRIS mencatatkan laba bersih senilai Rp 3,02 triliun sepanjang 2021. Perolehan keuntungan ini naik 38,45 persen secara tahunan.

Selanjutnya, terdapat saham TLKM yang juga dinilai prospektif. Keputusan pemerintah untuk menaikkan level PPKM diprediksi akan mendongkrak penggunaan layananan komunikasi sehingga ini berdampak positif terhadap saham-saham dibidang layanan komunikasi.

Terakhir, Indo Premier Sekuritas merekomedasikan beli untuk saham UNTR. Saham penjual alat berat ini cukup prospektif karena didukung gencarnya ekspansi bisnis perseroan. UNTR tahun ini menggelontorkan belanja modal hingga 750 juta dolar AS, naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya 290 juta dolar AS.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement