Ahad 30 Jan 2022 12:52 WIB

Hotel di China Kebanjiran Tamu Saat Liburan Imlek

Semakin mahal kamarnya, semakin cepat dipesan.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Fuji Pratiwi
Ilustrasi hotel. Hotel dan restoran di kota-kota besar di China bersiap menyambut kedatangan tamu selama liburan Tahun Baru Imlek.
Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal/wsj.
Ilustrasi hotel. Hotel dan restoran di kota-kota besar di China bersiap menyambut kedatangan tamu selama liburan Tahun Baru Imlek.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Hotel dan restoran di kota-kota besar di China bersiap menyambut kedatangan tamu selama liburan Tahun Baru Imlek. Pembatasan sosial membuat masyarakat memilih untuk merayakan Tahun Baru Imlek dengan cara lain. 

Liburan Imlek dan dimulai pada Senin (31/1/2022) adalah periode puncak mobilitas masyarakat. Mereka biasanya pulang ke kampung halaman untuk merayakan Imlek bersama keluarga besar.

Baca Juga

Pemerintah daerah menyarankan agar warga tetap tinggal di rumah selama liburan Imlek, karena varian Omicron telah menyebar luas. Warga yang nekat mudik akan menjalani karantina di kampung halaman. Pihak berwenang memperkirakan, berdasarkan angka dari 36 kota, sebanyak 48 juta orang yang melakukan perjalanan selama Tahun Baru Imlek tahun lalu.  

Larangan mudik membuat sebagian besar restoran dan hotel tetap beroperasi selama liburan Imlek yang berlangsung satu pekan. Warga memilih untuk menghabiskan liburan Imlek dengan menginap di hotel, di sejumlah wilayah wisata. Agen perjalanan dan perusahaan hotel mengatakan, pemesanan hotel mengalami peningkatan, terutama dari pelanggan yang ingin memanjakan diri mereka dengan sedikit kemewahan.

"Semakin mahal kamarnya, semakin cepat dipesan," kata pernyataan Qunar.com, dilansir Euro News, Ahad (30/1/2022).

Qunar.com menambahkan, pemesanan hotel untuk periode Tahun Baru Imlek tahun ini, naik tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu. Chief Operating Officer InterContinental Hotels Group untuk China daratan, Jerome Qiu, mengatakan, hunian untuk InterContinental Hotels Group tahun ini mengalami peningkatan di seluruh China dibandingkan dengan liburan tahun lalu.

"Hari ketiga dan keempat masa liburan biasanya merupakan permintaan puncak. Berdasarkan pola saat ini, kinerja kuat tahun ini mungkin mencakup periode yang lebih lama mulai dari Malam Tahun Baru," ujar Qiu.

Selama liburan Tahun Baru Imlek tahun lalu, konsumen Cbina menghabiskan 821 miliar yuan untuk ritel dan katering. Jumlah tersebut naik 28,7 persen dari liburan pada 2020. Ketika Covid-19 melanda yaitu pada 2019, tingkat belanja konsumen untuk ritel dan katering sebesar 4,9 persen.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement