Senin 24 Jan 2022 20:35 WIB

Pemerintah Resmi Tawarkan ORI021 dengan Kupon 4,9 Persen

Hasil dari penawaran ORI021 akan digunakan pembiayaan penanganan pandemi.

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi
Logo Kementerian Keuangan. Pemerintah resmi menawarkan ORI021 mulai 24 Januari hingga 17 Februari 2022.
Foto: Facebook Kementerian Keuangan RI
Logo Kementerian Keuangan. Pemerintah resmi menawarkan ORI021 mulai 24 Januari hingga 17 Februari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pemerintah resmi menawarkan obligasi negara atau obligasi ritel Indonesia (ORI). Adapun ORI021 mengawali rangkaian dari enam SBN lain yang dijadwalkan ditawarkan pada tahun ini, baik konvesnional maupun syariah atau sukuk.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, hasil dari penawaran ORI021 akan digunakan pembiayaan penanganan pandemi, termasuk vaksinasi Covid-19. "ORI021 merupakan SBN ritel pertama yang ditawarkan pada 2022 ini, SBN ritel perdana kita. Insya Allah ini akan membuka jalan yang lebih baik 2022," ujar Luky saat peluncuran ORI021, Senin (24/1/2022).

Baca Juga

Menurut dia, penawaran ORI021 memberikan beberapa keunggulan dibandingkan instrumen investasi lainnya. Pertama, aman karena produk milik Pemerintah Indonesia dan dijamin oleh undang-undang.

Kedua, penjualan ORI dilakukan secara online sehingga dapat dibeli dengan mudah oleh berbagai lapisan kalangan. "Kemudahan inilah yang membuat pertumbuhan pemegang ORI dari kalangan milenial terus bertumbuh dan bahkan menjadi kelompok dengan jumlah terbanyak," ujarnya.

Ketiga, kupon yang ditawarkan cukup kompetitif level 4,9 persen dengan tenor relatif pendek selama tiga tahun. Keempat, dengan membeli ORI, masyarakat dapat berkontribusi dalam pembangunan negara.

"Membeli ORI selain mendapat investasi tapi juga ikut membangun negeri. Itu fitur dari yang dimiliki instrumen investasi lain," ujarnya.

ORI021 ditawarkan mulai Senin 24 Januari hingga 17 Februari mendatang dengan imbal hasil atau tingkat kupon fixed rate 4,9 persen per tahun. Masyarakat yang tertarik berinvestasi dapat membeli ORI021 dengan nominal minimal Rp1 juta hingga maksimal Rp 2 miliar. 

Adapun tenor yang ditetapkan selama tiga tahun atau jatuh tempo pada 15 Februari 2025. Kemudian proses pemesanan ORI021 dapat dilakukan melalui empat tahapan, yakni registrasi, pemesanan, pembayaran, dan setelmen atau konfirmasi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement