Selasa 18 Jan 2022 15:37 WIB

13 Gardu Distribusi PLN Terdampak Banjir Pasuruan

Listrik dipadamkan oleh PLN apabila gardu distribusi terendam air.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Warga melintasi banjir di Desa Kedawung, Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (18/1/2022). Hujan deras dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan belasan desa di tiga kecamatan wilayah timur Kabupaten Pasuruan terendam banjir dengan ketinggian hingga satu meter.
Foto: Antara/Umarul Faruq
Warga melintasi banjir di Desa Kedawung, Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (18/1/2022). Hujan deras dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan belasan desa di tiga kecamatan wilayah timur Kabupaten Pasuruan terendam banjir dengan ketinggian hingga satu meter.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Plh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Hadi Saputra mengungkapkan, ada 13 gardu distribusi PLN ULP Grati, Pasuruan, yang dilakukan pemadaman akibat terendam banjir. Seperti diketahui, hujan deras yang melanda Grati berdampak di beberapa wilayah seperti Desa Kedawung Kulon, Desa Kedawung Wetan, Desa Toyaning, dan Desa Bandaran.

Hadi menjelaskan, 13 gardu distribusi yang terendam banjir tersebut melayani 4.378 pelanggan, dan sementara tidak dioperasikan. Hadi menyatakan, ada 15 personel PLN yang terdiri dari pelayanan keandalan dan dua regu pemeliharaan yang disiagakan di lokasi terdampak banjir guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi.

“Listrik dipadamkan oleh PLN apabila gardu distribusi terendam air dan rumah-rumah pelanggan terendam air. Pemadaman ini bertujuan untuk menjaga keselamatan warga," kata Hadi, Selasa (18/1).

Hadi melanjutkan, sebagai langkah antisipasi apabila terjadi banjir, PLN mengimbau masyarakat untuk memadamkan aliran listrik di dalam rumah. Kemudian mencabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak, dan meletakkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman.

"Setelah banjir surut, pelanggan harus memastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik dalam keadaan kering," ujarnya.

PLN juga memastikan semua jaringan distribusi listrik dalam keadaan kering dan aman, serta melakukan inspeksi kerusakan aset atau material dan pengamanan jaringan berdasarkan aspek keselamatan ketenagalistrikan untuk dapat kembali menyalurkan energi listrik.

Intinya, kata dia, jangan segan berkoordinasi dengan PLN jika ada potensi bahaya terkait listrik ketika terjadi banjir. "Kami siap melakukan pengamanan karena tak ada yang lebih penting dari keselamatan kita bersama," kata Hadi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement