Selasa 02 Nov 2021 17:15 WIB

Pasar Lesu, IHSG Ditutup Melemah 0,91 Persen

Terkoreksinya IHSG imbas dari sikap investor yang menanti hasil pertemuan the Fed.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Karyawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Karyawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Selasa (2/11). IHSG melemah sebesar 0,91 persen dan turun ke posisi 6.493. Sementara indeks LQ45 terkoreksi lebih dalam hingga 1,16 persen. 

Sektor energi dan bahan dasar mendominasi penurunan dengan saham BMRS jatuh 4,81 persen, INDY terkoreksi 3,94 persen, PTBA menyusut 2,62 persen hingga PGAS melemah 1,69 persen. Sementara investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp145 miliar. 

Baca Juga

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai terkoreksinya IHSG dan bursa saham Asia terimbas dari sikap pelaku pasar dan investor yang cenderung menanti hasil pertemuan FOMC bank sentral AS, Federal Reserve (the Fed).

"Pasar sedang melihat apa yang akan dilakukan the Fed terkait rencananya untuk mengurangi langkah-langkah stimulus dan menaikkan suku bunga," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (2/11). 

Sebelumnya The Fed berencana akan melakukan tapering sebelum akhir tahun. Aksi ini akan berlanjut secara bertahap dan selesai sekitar pertengahan 2022. Selama satu setengah tahun terakhir, the Fed telah membeli surat berharga negara senilai 120 miliar dolar AS per bulan.  

Di sisi lain, pelaku pasae juga fokus pada laporan tenaga kerja bulanan yang akan dirilis akhir pekan ini oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Data tersebut sangat dinantikan oleh pasar karena dapat memberikan gambaran bagaimana kondisi proses pemulihan ekonomi Amerika Serikat.  

Sementara itu, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga tidak berubah pada rekor terendah 0,1 persen sambil terus membeli obligasi pemerintah sebesar 4 miliar dolar Australia per minggu hingga setidaknya pertengahan Februari 2022. 

Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak melemah. Saham-saham yang mendominasi penguatan diantaranya KLBF, BSDE, UNVR, ICBP, dan AKRA. Sedangkan saham–saham yang medominasi penurunan diantaranya BBTN, PTPP, ITMG, SMGR, dan PTBA.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement