Senin 27 Sep 2021 11:38 WIB

PLN Bangun Infrastruktur Listrik Kereta Cepat

Proyek kelistrikan dengan investasi Rp 165 miliar dan dibangun di Bekasi Timur.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Suasana proyek konstruksi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Lembah Teratai, Gadobangkong, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (8/8). PT PLN (Persero) berkomitmen mendukung pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) dengan pasokan listrik yang andal.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Suasana proyek konstruksi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Lembah Teratai, Gadobangkong, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (8/8). PT PLN (Persero) berkomitmen mendukung pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) dengan pasokan listrik yang andal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) berkomitmen mendukung pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) dengan pasokan listrik yang andal. Demi memastikan keandalan tersebut, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) berhasil melaksanakan energize atau pemberian tegangan pada proyek sistem kelistrikannya.

Pemberian tegangan dilakukan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Poncol Baru – Poncol Baru II dan Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Poncol Baru II. Haryanto WS, Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN, menyebut dua proyek ini sangat krusial dalam mendukung keberhasilan pengerjaan dan operasional kereta cepat tersebut. Proyek kelistrikan dengan investasi Rp 165 miliar dan dibangun di Margahayu, Bekasi Timur ini juga akan menjadi salah satu infrastruktur kelistrikan penting untuk Kota Bekasi.

“SUTT dan GIS ini dibangun sejak 2018 dengan memanfaatkan lahan gedung existing PLN ULTG Bekasi, sehingga dalam prosesnya membutuhkan pembangunan gedung pengganti terlebih dahulu,” imbuhnya, Senin (27/9).

Dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang dan Jasa mencapai angka 65,58 persen, proyek kelistrikan ini disebut sebagai salah satu infrastruktur yang sangat krusial dalam memperkuat sistem kelistrikan Jawa Barat. Haryanto pun mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak dalam percepatan penyelesaian proyek, baik internal maupun eksternal.

“Dukungan dari semua pihak inilah yang terus menjaga api semangat komitmen kami agar tidak pernah padam, demi mengusahakan yang terbaik untuk menerangi negeri,” ucap Haryanto.

Kereta Cepat Jakarta Bandung diproyeksikan akan memiliki jalur sepanjang 142,3 kilometer, sehingga menjadi sistem transportasi kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Kehadirannya akan membawa percepatan mobilitas Jakarta – Bandung dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam.

“Inovasi alat transportasi modern ini tentunya sangat membutuhkan suplai listrik yang terbaik dan dapat selalu diandalkan. Di sinilah peran PLN dalam mendukung program pemerintah demi kemajuan Indonesia,” tutup Haryanto.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement