Kamis 26 Aug 2021 19:27 WIB

Inggris Kejar Kemitraan Data dengan AS dan Lainnya

Kemitraan data ini untuk mendobrak hambatan dan meningkatkan perdagangan pasca Brexit

Gara-Gara Jemur Handuk, Pria Iran Ditahan. Tampak bendera Inggris atau Union Jack. (ilustrasi)
Foto: Andi Rain/EPA-EFE
Gara-Gara Jemur Handuk, Pria Iran Ditahan. Tampak bendera Inggris atau Union Jack. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemerintah Inggris mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya sedang mengejar kemitraan data dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan. Kemitraan data ini untuk mendobrak hambatan dan meningkatkan perdagangan, menyusul keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang dikenal sebagai Brexit.

Kemitraan kecukupan data berarti organisasi-organisasi tak perlu menerapkan langkah-langkah kepatuhan yang mahal untuk berbagi data pribadi secara internasional dalam berbisnis, kata kementerian digital dalam sebuah pernyataan.Inggris menyelesaikan kepergiannya dari Uni Eropa pada akhir 2020 yang memberi pemerintahnya kekuatan untuk mencapai perjanjian perdagangan dengan negara-negara lain di seluruh dunia.

"Itu berarti mereformasi undang-undang data kita sendiri sehingga didasarkan pada akal sehat, bukan sekedar mengisi persyaratan," kata menteri digital Oliver Dowden.

"Dan itu berarti memiliki kepemimpinan di Kantor Komisaris Informasi untuk mengejar era baru pertumbuhan dan inovasi berbasis data."

Komisaris Privasi Selandia Baru John Edwards juga dinobatkan sebagai kandidat pilihan pemerintah untuk menjadi Komisaris Informasi Inggris berikutnya.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement