Kamis 15 Jul 2021 14:58 WIB

Sri Mulyani Optimistis RI Mampu Cegah Ekonomi Memburuk

Sri Mulyani menyebut ekonomi RI mulai membaik yaitu tumbuh 0,7 persen di Kuartal I

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pemerintah mengaku optimistis Indonesia dapat mencegah kondisi perekonomian nasional memburuk di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pemerintah mengaku optimistis Indonesia dapat mencegah kondisi perekonomian nasional memburuk di tengah kondisi pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengaku optimistis Indonesia dapat mencegah kondisi perekonomian nasional memburuk di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"Indonesia mencegah perburukan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi pada 2020 yang hanya kontraksi sekitar dua persen. Kuartal pertama tahun ini menunjukkan perbaikan dengan kontraksi 0,7 persen," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara Konferensi Internasional The Future of Islamic Capital Market: Opportunities, Challenges and Way Forward yang diselenggarakan KNEKS secara virtual, Kamis (15/7).

Menurutnya pemulihan ekonomi di tengah kondisi pandemi Covid-19 merupakan upaya bersama yang dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadi kemerosotan perekonomian nasional.

"Pemerintah akan terus menyeimbangkan antara prioritas utama untuk menangani Covid-19 secara efektif dan memulihkan ekonomi, dan membangun fondasi ekonomi Indonesia agar makin kuat," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk mengembangkan industri keuangan syariah di Indonesia karena masih terdapat ruang yang luas sektor tersebut. 

"Masih terdapat ruang yang luas untuk pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia," kata Wapres Ma’ruf.

Menurutnya sektor ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia juga mengalami perkembangan cukup pesat meskipun di tengah kondisi bencana kesehatan pandemi Covid-19.

Merujuk pada laporan Islamic Finance Country Index (IFCI) Tahun 2020, Wapres menyebut Indonesia menempati peringkat kedua setelah Malaysia, dari 42 negara yang disurvei terkait keuangan syariah. Selain itu, menurut laporan The State of the Global Islamic Economy Report 2020/2021, Indonesia naik peringkat menjadi urutan keempat di dunia, setelah berada peringkat kelima pada 2019 dan peringkat kesembilan pada 2018.

"Keberhasilan Indonesia menduduki peringkat tersebut menunjukkan bahwa sektor ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat, bahkan di tengah kondisi pandemi Covid-19," ucapnya.

Oleh karena itu, Wapres berharap pihak-pihak terkait untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia."Ini tentunya dapat menumbuhkan semangat optimisme dan keyakinan bagi kita semua, para stakeholders, investor maupun pelaku usaha sektor ekonomi syariah," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement