Kamis 15 Apr 2021 15:00 WIB

Optimalisasi Investasi Jadi Kinerja Positif Airlangga

Sentimen positif ini didapatkan dari beberapa aspek.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato kunci dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2020 di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/10/2020).
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato kunci dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2020 di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang kerap muncul di media sebagai Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemilihan Ekonomi Nasional (KCP PEN), menjadi salah satu Menteri yang banyak mendapatkan sentimen positif dalam pemberitaan media. Hal itu terlihat dari hasil survei yang dikeluarkan Indonesia Indicator .

Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan peranti lunak kecerdasan buatan (AI) mencatat 10 menteri yang mendapatkan ekspos pemberitaan positif tertinggi dari total 36 menteri dan kepala lembaga setingkat menteri. 

Baca Juga

1. Menteri Pariwisataan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (13.968 berita)

2. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (13.879 berita)

3. Menteri Keuangan Sri Mulyani (9.101 berita)

4. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (8.808 berita)

5. Menteri Sosial Tri Rismaharini (7.735 berita)

6. Menteri BUMN Erick Thohir (7.165 berita)

7. Menteri Perhubungan Budi Karya (6.744 berita)

8. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (6.709 berita)

9. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (6.191 berita)

10. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (5.844 berita). 

Survei ini diambil mulai 24 Desember 2020–12 April 2021 atau sejak momentum reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang pertama pada 23 Desember 2020 lalu. 

Riset ini menganalisisi data pemberitaan sebanyak 4.655.176 berita yang berasal dari 5.963 media online berbahasa Indonesia, dari media online nasional hingga media online lokal. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement