Sabtu 13 Feb 2021 06:32 WIB

Maskapai AS Minta tak Ada Tes Covid Buat Terbang Domestik

Pemberlakuan tes Covid dikhawatirkan akan memukul industri penerbangan AS.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah
Pesawat maskapai American Airlines.
Foto: REUTERS/Carlo Allegri
Pesawat maskapai American Airlines.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Para pemimpin beberapa maskapai penerbangan besar Amerika Serikat (AS) bertemu secara daring dengan pejabat Gedung Putih pada Jumat (12/2). Mereka  mendesak agar tidak mewajibkan tes virus Corona bagi penumpang di penerbangan domestik.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki menggambarkan pertemuan dengan CEO sebagai obrolan singkat. Seseorang yang akrab dengan diskusi tersebut mengatakan, CEO maskapai berbicara dengan koordinator tanggapan virus korona Gedung Putih, Jeff Zients.

Baca Juga

CEO American, United, Southwest, Alaska dan JetBlue semuanya ambil bagian dalam pertemuan tersebut. Pertemuan itu diatur setelah Menteri Transportasi, Pete Buttigieg, dan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Rochelle Walensky, mengatakan bahwa syarat uji tes Covid sebelum penerbangan domestik sedang dipertimbangkan.

“Kami melakukan percakapan yang sangat positif dan konstruktif yang berfokus pada komitmen bersama kami terhadap kebijakan berbasis sains saat kami bekerja sama untuk mengakhiri pandemi, memulihkan perjalanan udara, dan memimpin negara kami menuju pemulihan,” ujar kepala grup Airlines for America, Nick Calio, dalam sebuah pernyataan.

Sejak akhir Januari, CDC telah mewajibkan pengunjung internasional menunjukkan tes Covid-19 negatif atau pemulihan dari virus sebelum naik penerbangan ke AS. Industri penerbangan umumnya mendukung aturan itu, percaya bahwa pengujian pada akhirnya dapat menggantikan pembatasan perjalanan internasional yang lebih ketat, seperti karantina.

Tapi, maskapai penerbangan bereaksi dengan cemas, ketika pejabat CDC meningkatkan kemungkinan menguji jumlah penumpang yang jauh lebih besar pada penerbangan domestik. Pejabat maskapai penerbangan mengatakan, lanngkah itu akan semakin menghancurkan perjalanan udara, yang masih belum kembali ke setengah tingkat sebelum pandemi.

Maskapai khawatir bahwa biaya tambahan untuk uji tes Covid-19 akan membuat orang enggan melakukan perjalanan lebih singkat. Maskapai juga berpendapat bahwa tidak ada kapasitas pengujian yang cukup untuk menguji setiap penumpang.

Maskapai juga mengatakan mewajibkan orang untuk melakukan tes virus Corona sebelum penerbangan akan menyebabkan lebih banyak orang memilih mengemudi lewat jalur darat. Ini hanya mengalihkan risiko penyebaran virus dari pesawat ke mobil.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement