Ahad 07 Feb 2021 06:37 WIB

Pertamina Mantap Lakukan IPO Anak Usaha Akhir Tahun Ini

BUMN butuh suntikan modal yang kuat dan tidak bisa hanya mengandalkan APBN.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.
Foto: Pertamina
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) memantapkan langkah untuk melepas anak usahanya ke publik melalui skema initial public offering (IPO). Meski dalam kondisi pemulihan ekonomi Pertamina yakin aksi korporasi ini akan tetap disambut baik oleh pasar.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan rencana IPO ini paling lambat akan dilakukan perusahaan pada kuartal IV tahun ini. Kapan pastinya dan anak usaha yang seperti apa yang akan dilepas ke bursa saham, Nicke tak mengelaborasi lebih jauh.

Baca Juga

"Tunggu tanggal mainnya," ujar Nicke kepada Republika.co.id, Ahad (7/2).

Perhitungan matang sudah dilakukan oleh Pertamina. Langkah aksi korporasi ini sudah direncanakan oleh perusahaan sejak tahun lalu. Meski dalam kondisi ekonomi yang resesi, Pertamina tetap akan yakin melakukan IPO anak usaha.

"Semua sudah melalui kajian yang matang," tegas Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahja Purnama kepada Republika.co.id.

Langkah IPO ini juga mendapatkan dorongan kuat dari Kementerian BUMN. Wakil Menteri BUMN I, Pahala Manshury menjelaskan Kementerian BUMN tetap melakukan pengawalan dan pengawasan atas aksi korporasi Pertamina. Ia melihat, meski dalam kondisi ekonomi yang dalam pemulihan malah potensinya sangat besar.

"Dengan melimpahnya likuiditas domestik dan global, justru saham BUMN ini yang bisa menjadi pilihan masyarakat untuk menempatkan dananya," ujar Pahala.

Pahala juga menjelaskan langkah IPO anak usaha BUMN ini juga sebagai salah satu upaya untuk bisa mengumpulkan modal untuk berkembang. Dengan adanya keterlibatan masyarakat juga mendorong untuk BUMN bisa tumbuh secara signifikan dan mengedepankan transparasi dan market discipline.

"Memang kita mendorong untuk bisa timbulnya transparasi dan good governance. Di satu sisi, untuk terus tumbuh anak-anak usaha BUMN ini kan butuh modal. Ini kesempatan yang tepat," ujar Pahala.

Pengamat BUMN dari UI, Toto Pranoto menilai langkah Pertamina untuk IPO di pengujung tahun ini merupakan langkah yang tepat. Apalagi dengan banyaknya rencana pembangunan dan pengembangan oleh pemerintah, BUMN butuh suntikan modal yang kuat dan tidak bisa hanya mengandalkan APBN.

"IPO BUMN ini penting sebagai alternatif pembiayaan bagi BUMN atau anak BUMN karena pendanaan internal yang sudah terbatas. Demikian juga mengharapkan PMN dari pemerintah semakin terbatas. Sehingga IPO menjadi pilihan. Studi kami di Lembaga Management FEB UI menunjukkan kinerja BUMN yang sudah IPO juga relatif jauh lebih baik dibandingkan BUMN yang belum Tbk. Jadi saya kira ide IPO BUMN ini patut di dorong segera," ujar Toto.

Ia juga menilai anak usaha Pertamina yang siap untuk dilepas ke publik adalah di sektor hulu dan juga di sektor EBT. Kedua sektor ini butuh modal yang tidak sedikit dan juga bersinggungan erat dengan ketahanan energi.

"Anak usaha di sektor upstream seperti Pertamina EP atau Pertamina Power dan Renewable Energy bisa punya prospek cukup bagus. Di sektor hulu Pertamina akan meningkatkan produksi, sedangkan di green energy, memang menjadi prioritas pemerintah," ujar Toto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement