Selasa 26 Jan 2021 17:21 WIB

Selama Pandemi Orang Terkaya di Dunia Makin Kaya

Hanya 3 dari 50 orang terkaya dunia yang tidak bertambah kaya selama pandemi.

Rep: Lintar Satria/ Red: Fuji Pratiwi
CEO Tesla Elon Musk yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia (ilustrasi). Laporan Oxfam menyebutkan, orang-orang terkaya di dunia makin kaya selama pandemi Covid-19 berlangsung.
Foto: AP Photo/John Raoux
CEO Tesla Elon Musk yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia (ilustrasi). Laporan Oxfam menyebutkan, orang-orang terkaya di dunia makin kaya selama pandemi Covid-19 berlangsung.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Bagi pendiri Amazon Jeff Bezos dan pendiri Tesla Elon Musk, pandemi Covid-19 bagus untuk bisnis. Dua orang terkaya di dunia itu semakin kaya selama pandemi Covid-19 yang menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Organisasi kemanusiaan Oxfam merilis laporan yang menyebutkan orang-orang terkaya di dunia semakin kaya selama pandemi. Pengalaman mereka terhadap pandemi bertolak belakang dengan jutaan orang lainnya di seluruh dunia yang mengalami masa sulit selama pandemi.

Baca Juga

Pada Senin (25/1), NBC News melaporkan dalam laporan yang berjudul 'The Inequality Virus', Oxfam menyebutkan, selama pandemi Covid-19, 10 orang terkaya versi majalah Forbes mengumpulkan 540 miliar dolar AS. Selain Bezos, dan Musk, mereka termasuk Bill Gates dan CEO LVMH Bernard Arnault.

Menurut Oxfam peningkatan kekayaan mereka cukup untuk membayar vaksin Covid-19 untuk semua orang yang organisasi tersebut diperkirakan sebesar 141,2 miliar dolar AS. Oxfam menambahkan, hanya tiga dari 50 orang terkaya di dunia yang kekayaannya menyusut selama pandemi.

"Saya ingat krisis finansial dan saya terkejut betapa cepatnya kekayaan para miliuner bertambah kembali," kata Kepala Kebijakan Ketimpangan di Oxfam dan salah satu penulis laporan tersebut, Max Lawson.

"Saat krisis finansial, butuh waktu empat sampai lima tahun, tapi saat pandemi Covid-19, hanya butuh sembilan bulan, tidak ada yang memperkirakan hal itu," kata Lawson menambahkan.

Penelitian ini dirilis di hari pembukaan World Economics Forum, sebuah pertemuan tahunan pemimpin sipil dan bisnis yang berlangsung selama satu pekan di Davos, Swiss. Konferensi tahun ini memprediksi bagaimana pandemi membentuk ulang masyarakat dan kebijakan yang dibutuhkan di masa depan.

Dalam laporannya Oxfam mengatakan pandemi mendorong ketimpangan di semua negara. Hal ini pertama kalinya terjadi sejak angka ketimpangan dicatat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement