Kamis 07 Jan 2021 14:34 WIB

317 Ribu Ton Kedelai Murah Diguyur 100 Hari ke Depan

Harga jual kedelai dalam operasi pasar Rp 8.500 per kilogram.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengunjungi pengrajin tahu tempe dan sekaligus melakukan gerakan stabilisasi pasokan dan harga pasar kedelai di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (7/1).
Foto: Kementan RI
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengunjungi pengrajin tahu tempe dan sekaligus melakukan gerakan stabilisasi pasokan dan harga pasar kedelai di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (7/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Operasi pasar untuk komoditas kedelai resmi dimulai pada Kamis (7/1). Langkah stabilisasi harga dan pasokan lewat operasi pasar itu akan dilakukan dalam waktu 100 hari ke depan. Pasokan bersumber dari para importir kedelai dan didistribusikan langsung kepada produsen tempe dan tahu.

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, mengatakan, operasi pasar tersebut murni kerja sama langsung antara Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) bersama Gabungan Koperasi Tempe Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo). Adapun Kementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan menjadi fasilitator antar kedua belah pihak.

Baca Juga

"Kita sepakat dalam 100 hari ke depan, kita akan mendistribusikan kedelai sebanyak 317 ribu ton seharga Rp 8.500 per kilogram. Cukup banyak. Ini supaya harga tidak terlalu tinggi," kata Agung saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (7/1) siang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement