Jumat 18 Dec 2020 15:03 WIB

PLTS Terapung Cirata Jadi Proyek Strategis Bagi Masdar

Proyek ini turut mempererat hubungan kerja sama Indonesia dengan UEA.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Fuji Pratiwi
  CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi menyampakan pidato pada Kamis (17/12). Al Ramahi mengatakan, PLTS Terapung Cirata di Waduk Cirata, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat merupakan proyek strategis bagi Masdar.
Foto: ANTARA/M Agung Rajasa
CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi menyampakan pidato pada Kamis (17/12). Al Ramahi mengatakan, PLTS Terapung Cirata di Waduk Cirata, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat merupakan proyek strategis bagi Masdar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Waduk Cirata resmi menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga surya (PTLS) terapung dan akan mulai dibangun pada 2021. PLTS ini merupakan satu dari 16 kerja sama yang telah disepakati Indonesia dengan UEA.

CEO Masdar Mohammad Jameel Al Ramahi menyampaikan, PLTS Terapung Cirata merupakan proyek strategis bagi Masdar. "Proyek ini merupakan usaha patungan pertama Masdar di Jawa Barat," kata Al Ramahi, Kamis (17/12).

Baca Juga

Masdar aktif di berbagai proyek energi di lebih dari 30 negara dengan kapasitas terpasang sekitar 11 GW di seluruh dunia. Masdar melihat Indonesia dengan sumber daya alam melimpah tetap menjadi potensi yang baik.

Tetapi, kata Al Ramahi, proyek PLTS Terapung Cirata merupakan tonggak penting bagi Masdar. Karena turut mempererat hubungan kerja sama Indonesia dengan UEA.

PLTS Terapung Cirata dibangun oleh anak perusahaan PT PLN, yakni PT Pembangkit Jawa- Bali Investasi (PJBi) bermitra dengan Masdar, perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA).

Dengan konsorsium bernama PT Pembangkitan Jawa-Bali Masdar Solar Energi (PSME) saham dimiliki oleh PJBi sebesar 51 persen dan 49 persen oleh Masdar. Adapun untuk proyek PLTS Terapung Cirata punya nilai investasi sebesar 129 juta dolar AS.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement