REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, menyatakan apresiasi kegiatan Kenduren UMKM Solo sebagai salah satu bentuk dukungan atas agenda tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI) oleh BI sejak 2016. Kenduren merupakan jargon yang tepat untuk menginspirasi UMKM di tengah kondisi perekonomian saat ini.
"Kami juga sangat mendukung tema batik diangkat sebagai suatu perjalanan inovasi di masa dahulu, masa kini dan masa depan," kata Rosmaya saat membuka Kenduren UMKM secara virtual pekan ini.
Data Kementerian Koperasi dan UMKM menunjukan, sekitar 68 persen UMKM mengalami penurunan penjualan di masa pandemi. Di samping adanya kesulitan permodalan, juga permasalahan distribusi serta pasokan bahan baku.
UMKM diyakini tetap dapat menjadi penggerak ekonomi Indonesia ke depan dan memiliki kontribusi sentral dalam periode pemulihan ekonomi saat ini. BI melihat UMKM di Indonesia cukup mampu beradaptasi di periode kernormalan baru.
Namun, UMKM perlu terus melakukan penyesuaian untuk menjalankan usaha sesuai dengan protokol kesehatan. Dalam mengakselerasi kapasitas maupun kapabilitas usaha, UMKM juga perlu melakukan beragam inovasi.
"UMKM perlu lebih tangkas menangkap peluang baru yang muncul dari perubahan perilaku konsumen," kata Rosmaya.