Selasa 08 Sep 2020 11:49 WIB

Pandemi Covid, Pertamina Serap Produk UMKM Mitra Binaan

Expo UMKM menjadi sarana untuk mempromosikan produk mitra binaan

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Hiru Muhammad
Ribuan produk dari 100 UMKM binaan Pertamina ikuti SMEXPO yang digelar 9-11 September
Foto: Pertamina
Ribuan produk dari 100 UMKM binaan Pertamina ikuti SMEXPO yang digelar 9-11 September

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT. Pertamina (Persero) mengaku selama pandemi covid-19 ini membuat 57 persen UMKM mitra binaan Pertamina terdampak. Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan para UMKM mitra binaan pertamina ini mengalami penurunan pendapatan.

"Pandemi Covid-19 yang terjadi dalam beberapa waktu ini memukul dunia usaha. Survey Pertamina menunjukkan 57 persen UMKM binaan Pertamina mengalami penurunan pendapatan," ujar Nicke dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/9).

Nicke menjelaskan untuk bisa membantu para UMKM yang terdampak ini Pertamina melakukan penyerapan produk para mitra binaan ini. Ia menjelaskan transaksi yang dilakukan perusahaan untuk menyerap produk UMKM ini sampai Rp 10 Miliar."Jadi, Pertamina membantu menyerap produk pertamina untuk disumbangkan ke terdampak Covid-19. Transaksi Rp 10 miliarlah," ujar Nicke.

Selain itu, perusahaan juga menggelar expo untuk UMKM mitra binaan Pertamina. Langkah ini dilakukan untuk bisa mempromosikan dan membantu para UMKM memasarkan produk mereka. Ia menjelaskan saat ini ada 1.126 UMKM mitra binaan Pertamina. 

Menurut Nicke keberadaan UMKM ini sangat penting dalam menopang perekonomian negara, apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Ia berharap dengan expo ini bisa membantu para UMKM memasarkan produk mereka. "Pertamina ini kami persembahkan untuk UMKM di binaan pertamina agarbisa mmebuka bisnisnya. UMKM yang menopang perekonomian Indonesia," ujarnya.

Nicke menjelaskan UMKM merupakan tonggak penting perekonomian. Sektor UMKM berkontribusi besar atau setara 65 persen dari PDB nasional.  Selain itu, investasi yang dilakukan  UMKM juga menopang 56 persen dari investasi nasional."Juga merupakan lapangan pekerjaan yang besar. Karena 95 persen angkatan kerja banyak terserap di UMKM," ujar Nicke.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement