Sabtu 11 Jul 2020 22:30 WIB

Realisasi Anggaran 63,23%, Bansos Kemensos Geliatkan Ekonomi

Bansos disebut menjadi yang paling efektif meningkatkan daya beli masyarakat.

Mensos Juliari P Batubara saat mengunjungi daerah.
Foto: Humas Kemensos
Mensos Juliari P Batubara saat mengunjungi daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sosial mencatatkan realisasi anggaran hingga 63,23 persen dari yang ditetapkan untuk Tahun Anggaran (TA) 2020. Penghitungan pada Kamis (9/7), dari total Pagu Anggaran TA 2020 sebesar Rp104,45 triliun, realisasi anggaran mencapai Rp66,04 triliun atau 63,23%.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menjelaskan, sesuai pedoman dan arahan Presiden Joko Widodo, realisasi anggaran Kemensos meliputi semua jenis belanja. 

Di antaranya, kata dia, belanja barang sebesar 38,85%, belanja modal 37,88%, Kewenangan Kantor Pusat sebesar 63,53%, Belanja Bansos sebesar 64,23%, dan belanja lain. 

Menurut dia, dengan realisasi belanja dari total Pagu TA 2020 sebesar 63,23%, menempatkan Kemensos di posisi pertama dari belanja semua K/L dan jauh di atas rata-rata realisasi anggaran nasional, sebesar 39%.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, percepatan realisasi belanja pemerintah menjadi kunci dari pergerakan roda ekonomi di tengah pandemi yang mengalami pelambatan. Oleh karena itu, saya selalu mendorong jajaran Kemensos untuk terus mengakselerasi belanja, di setiap satuan kerja,” kata Menteri Sosial Juliari P. Batubara di Jakarta, dalam keterangan resmi kepada media di Jakarta, Sabtu (11/7).

Di antara berbagai jenis belanja, kata dia, belanja bantuan sosial (bansos) menjadi yang paling efektif meningkatkan daya beli masyarakat.  "Karena bansos tunai,  misalnya, dananya kan langsung diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kemudian mereka langsung belanjakan di warung terdekat.  Ini yang memutar ekonomi lokal dan pada gilirannya perekonomian nasional," katanya. 

Alokasi bansos pada Pagu TA 2020 Kemensos sebesar Rp100,21 triliun dengan realisasi per kemarin, Rp64,36 triliun atau 64,23%.

Dalam berbagai kesempatan, Mensos kerap menyatakan, bansos di masa pandemi Covid-19 seperti bansos tunai (BST), memiliki efek langsung dalam menggerakkan perekonomian. Seperti saat meninjau penyaluran BST di Kabupaten Sukabumi, kemarin, Mensos menyatakan hal senada.

“Saat ini, kondisi ekonomi sedang turun. BST bisa menggerakkan ekonomi masyarakat dan menutupi kebutuhan dasar keluarga yang tidak bisa dipenuhi karena dampak dari pandemi Covid-19,” katanya. Untuk memastikan akselerasi distribusi Bansos dan ketepatan sasaran,  dalam sepekan, Mensos bisa 3-4 kali turun ke lapangan ke berbagai kota.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement