Rabu 27 May 2020 13:51 WIB

Majukan UMKM, Kemenkop Gandeng E-commerce

UMKM yang terhubung dengan platform online mampu bertahan di tengah pandemi ini.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki (kiri) berbincang dengan CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin (kanan) pada Peluncuran Produk Virtual Terbaru Mitra Bukalapak di Gedung Sate, Kota Bandung, awal Maret lalu. Kemenkop UKM mendorong UMKM masuk platfotm online.
Foto: Republika/Abdan Syakura
Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki (kiri) berbincang dengan CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin (kanan) pada Peluncuran Produk Virtual Terbaru Mitra Bukalapak di Gedung Sate, Kota Bandung, awal Maret lalu. Kemenkop UKM mendorong UMKM masuk platfotm online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) terus membuka kerja sama secara luas untuk memajukan koperasi dan UMKM Tanah Air. Sebab jumlah populasi UMKM di Indonesia sekitar 64 juta, sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. 

"Kami sudah dan akan terus membuka kerja sama dengan berbagai pihak baik online maupun offline. Khusus bersama platform e-commerce, kerja sama menggunakan skema non-APBN," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melalui keterangan resmi pada Rabu (27/5).

Baca Juga

Saat ini, Kemenkop UKM tengah fokus membantu koperasi dan UMKM supaya bisa melewati masa pandemi Covid-19. Teten mengungkapkan, sejumlah laporan menunjukkan, UMKM yang sudah terhubung dengan platform online mampu bertahan bahkan tumbuh di tengah pandemi ini. 

"Platform online sekaligus membantu masyarakat menerapkan physical distancing sambil tetap memenuhi kebutuhan masing-masing dengan menjaga berlangsungnya aktivitas ekonomi," kata Teten. 

Sampai sekarang, ada lima platform e-commerce yang telah digandeng Kemenkop UKM dalam mendukung UMKM Indonesia melalui gerakan #BanggaBuatanIndonesia. Mereka adalah Blibli, Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak. 

"Upaya ini juga sejalan dengan gerakan #BanggaBuatanIndonesia yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo baru-baru ini. Makin banyaknya produk UMKM di e-commerce merupakan bentuk dorongan terhadap masuknya UMKM ke ekonomi digital," tuturnya.

Laporan McKinsey pada 2018 mencatat, sedikitnya ada empat keuntungan yang dihasilkan dari ekonomi digital. Pertama keuntungan finansial melalui peningkatan penjualan, kedua penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi UMKM. Lalu ketiga, keuntungan bagi pembeli dengan peluang menghemat 11 sampai 25 persen dari harga ritel. Terakhir, kesetaraan sosial, yaitu kesempatan perempuan beraktivitas dan memeroleh pendapatan melalui kegiatan di platform e-commerce

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement