Jumat 22 May 2020 11:27 WIB

Jaga Ketersediaan Air Kunci Ketahanan Pangan

Pembangunan infrastruktur untuk menampung air hujan diperlukan.

Warga menyaksikan saluran irigasi mengering akibat suplai air terhenti dari Embung Lam Badeuk, di Desa Lam Badeuk, kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Senin (8/7/2019).
Foto: Antara/Ampelsa
Warga menyaksikan saluran irigasi mengering akibat suplai air terhenti dari Embung Lam Badeuk, di Desa Lam Badeuk, kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Senin (8/7/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Hidrologi dan Sumber Daya Air dari Universitas Jenderal SoedirmanPurwokerto Yanto, Ph.D mengingatkan bahwa menjaga ketersediaan air merupakan salah kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

"Untuk mewujudkan ketahanan pangan maka salah satu upaya yang harus dilakukan adalah memastikan ketersediaan air," katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat.

Oleh karena itu pembangunan infrastruktur untuk menampung air hujan baik dalam skala besar maupun kecil, menurut dia, sangat diperlukan.

"Pemerintah memang sudah merencanakan pembangunan sebanyak 65 waduk hingga 2030 yang dapat meningkatkan kapasitas tampungan hingga 19,1 miliar meter kubik," katanya.

Namun demikian, kata dia, perlu juga memperhatikan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia pada tahun 2030.

"Apabila penduduk Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan maka kapasitas tampungan air per penduduk bisa jadi tidak akan banyak berubah," katanya.

Karena itu jumlah waduk yang lebih banyak akan sangat diperlukan pada masa yang akan datang guna menjaga ketersediaan air.

Selain itu, kata dia, efisiensi pengelolaan sumber daya air juga harus terus menjadi perhatian utama.

"Yang perlu diperhatikan misalkan adalah kerusakan saluran irigasi dan tidak tepatnya data kebutuhan air irigasi yang bisa mempengaruhi efisiensi pengelolaan sumber daya air," katanya.

Untuk itu, kata dia, koordinasi antarlembaga pemerintah terutama yang terkait dengan sumber daya air perlu terus ditingkatkan.

"Dengan demikian, jika terdapat kerusakan dalam jaringan irigasi maka dapat segera diatasi dan kebutuhan air secara lebih pasti dapat diidentifikasi," katanya.

Dia menambahkan perlunya memanfaatkan teknologi informasi dan komputasi secara optimal guna mendukung pengelolaan sumber data air yang optimal tersebut.

Sementara itu dia juga mengingatkan bahwa menjaga ketersediaan air dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan sangat diperlukan di tengah pandemi COVID-19.

"Pada masa pandemi seperti sekarang ini maka perlu mempersiapkan dan melakukan upaya mitigasi dalam rangka mengantisipasi terjadinya krisis pangan," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement