Kamis 14 May 2020 03:55 WIB

Kontroversi Hukum SoftBank-WeWork Terus Jalan

Kontroversi Hukum SoftBank-WeWork Terus Jalan

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Kontroversi Hukum SoftBank-WeWork Terus Jalan, Tim Pemegang Saham Minor Ogah Dibubarkan!. (FOTO: Tech Crunch)
Kontroversi Hukum SoftBank-WeWork Terus Jalan, Tim Pemegang Saham Minor Ogah Dibubarkan!. (FOTO: Tech Crunch)

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Komite Khusus Anggota Dewan WeWork mengajukan mosi di Delaware untuk mencegah pembubaran akibat menggugat pemilik saham mayoritasnya, SoftBank.

Sekadar informasi, gugatan itu diajukan karena SoftBank telah membatalkan penawaran tender senilai 3 miliar dolar AS kepada WeWork. Sementara, Komite Khusus WeWork yang mewakili pemegang saham minoritas, menentang keputusan SoftBank.

"Komite khusus WeWork mengajukan 'status quo order' untuk mempertahankan otoritas komite sambil menunggu hasil dari kasus hukum antara WeWork dan SoftBank keluar," itulah hal yang ditulis dalam mosi tersebut, dikutip dari Reuters, Selasa (12/5/2020). Hakim Pengadilan Delaware menetapkan tanggal persidangan kasus itu pada awal Januari.

Baca Juga: Gulung Tikar Bulan Depan, Begini Sepak Terjang Bisnis Startup Afiliasi Traveloka di Tanah Air

Baca Juga: Startup Afiliasi Traveloka Enggak Kuat Hadapi Corona, Gulung Tikar 31 Mei

Dalam mosi komite khusus, We Company--induk perusahaan WeWork--mengadakan pertemuan 29 April lalu guna merekomendasikan pengangkatan dua anggota dewan sementara. Dengan begitu, akan terbentuk komite baru yang berpotensi mengadili otoritas komite khusus.

Sementara itu, SoftBank mengonfirmasi, komite khusus tidak berwenang untuk bertindak atas nama WeWork.

Komite khusus sendiri dibentuk tahun lalu untuk mempertimbangkan paket penyelamatan keuangan WeWork; terdiri dari: Bruce Dunlevie, mitra umum di pemegang saham WeWork, Benchmark Capital, can Lew Frankfort.

Perwakilan SoftBank dan WeWork menolak mengomentasi mosi itu.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Lainnya

Rekomendasi