Jumat 08 May 2020 18:44 WIB

Gugus Tugas Perkirakan Ada Penularan Lokal Corona di Solo

Jumlah pasien positif virus corona di Solo bertambah dua orang.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini
Pekerja medis mengecek kondisi pasien virus corona, ilustrasi.
Foto: AP
Pekerja medis mengecek kondisi pasien virus corona, ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Jumlah pasien terkonfirmasi positif corona atau Covid-19 di Kota Solo bertambah lagi. Pada Jumat (8/5), terdapat penambahan dua kasus positif Corona sehingga totalnya menjadi 27 kasus.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo memperkirakan adanya transmisi lokal dari dua kasus baru tersebut. Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, mengatakan, pasien ke-26 merupakan istri dari pasien ke-4 asal Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Pasien ke-4 tersebut dinyatakan sembuh pada Ahad (19/4). Pasien ke-4 merupakan anak dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal beberapa waktu lalu. Hal tersebut mendasari dugaan adanya transmisi lokal.

Baca Juga

"Pasien ke-26 ini sebelumnya berstatus PDP yang kemudian naik kelas jadi terkonfirmasi positif," kata Ahyani kepada wartawan, Jumat (8/5).

Dia menambahkan, pasien ke-27 merupakan seorang pria berumur 63 tahun asal Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon. Gugus Tugas masih melakukan tracing karena belum diketahui riwayat bepergian pasien tersebut. "Informasinya, pasien ini tidak pergi kemana-mana," ujarnya.

Ahyani juga memaparkan ihwal kemungkinan transmisi lokal pada pasien ke-25 asal Kelurahan Joyotakan Kecamatan Serengan, yang terkonfirmasi positif pada Kamis (7/5). Pasien tersebut bekerja di salah satu toko di Solo, dan diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota.

"Dia juga tidak bepergian kemana-mana, tapi masih kumpul-kumpul. Bisa jadi tertular dari situ," ungkapnya.

Data baru juga menunjukkan adanya penambahan pasien positif yang sembuh. Jumlah pasien sembuh bertambah satu orang dari Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres. Sehingga, total pasien sembuh di Kota Solo menjadi 11 orang. Sedangkan, pasien yang masih menjalani rawat inap ada 12 orang dan yang meninggal dunia empat orang.

Sedangkan, data PDP jumlahnya menjadi 140 orang. Rinciannya, 29 orang menjalani rawat inap, 88 orang dinyatakan sembuh, dan 23 orang meninggal dunia. "PDP yang meninggal juga bertambah satu dari Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari. Jadi, total PDP meninggal 23 orang," ujarnya.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 516 orang. Rinciannya, satu orang menjalani rawat inap, 43 orang rawat jalan, 44 orang dalam pemantauan, dan 427 dinyatakan selesai pemantauan. "Sampai saat ini belum ada ODP yang statusnya naik jadi PDP," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement