Jumat 17 Apr 2020 17:59 WIB

Dukung Petani, Tani Centre IPB Rilis Gerakan Buy 1 Give 1

Aksi ini ditargetkan bisa menjangkau sekurangnya 500 kepala keluarga

gerakan Buy 1 Give 1
Foto: facebook
gerakan Buy 1 Give 1

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Tani Centre IPB University bekerjasama dengan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) menghadirkan gerakan Buy 1 Give 1.

Gerakan ini hadir untuk membantu terpenuhinya pangan kelompok rentan, mengurangi resiko kerawanan dan kelaparan serta menjadi solusi bagi petani di desa untuk mendapatkan pasar dan kepastian harga serta serapan produk.

Dr Hermanu Triwidodo, ketua Tani Centre IPB University menjelaskan aksi ini dilakukan untuk menjembatani kelompok mampu di perkotaan dengan petani produsen pangan dan kelompok kelas bawah kota.

”Nantinya kelompok mampu membantu kelompok bawah dengan membeli pangan untuk keluarganya dan keluarga kelompok rentan. Aksi ini disebut sebagai sabilulungan: gotong royong sambung keperluan,” katanya saat peluncuran gerakan ini secara virtual di Bogor, Jumat (17/4).

Said Abdullah, koordinator nasional KRKP, menambahkan untuk menguatkan dengung gerakan ini dijalin sinergi dengan berbagai pihak. Mulai dari politisi, media hingga musisi.

“Keterlibatan para pihak ini kami harapkan akan mampu memberikan dukungan yang lebih besar lagi,” ujar pria yang akrab disapa Ayib ini. 

Untuk tahap awal, gerakan ini menyasar keluarga kelas bawah yang berada di wilayah Bogor. “Secara khusus pangan pokok (beras) yang dibeli dari petani akan di salurkan kepada keluarga kelas bawah di desa sekitar Kampus IPB yang pemenuhan pangannya terdampak akibat kondisi saat ini. Aksi ini ditargetkan bisa menjangkau sekurangnya 500 Kepala Keluarga,” jelasnya.

Untuk bisa terlibat dalam aksi ini, para donatur dapat melakukan donasi dengan cara membeli produk petani berupa beras dengan harga Rp 12 ribu per kilogram. Minimal pembelian sebanyak 5 kg.

Dari setiap pembelian satu kilogram beras, kata Ayib, nantinya donator membayar dua kilogram beras. Satu kilogram yang dibayarkan akan diberikan kepada yang membutuhkan.

“Nantinya, beras yang dipesan akan diantar ke donator. Sementara beras yang dibayar donator akan diantar ke keluarga kelompok rentan,” ujarnya.

Model lainnya adalah seluruh beras yang dibeli donator akan diantar dan disalurkan ke keluarga kelompok rentan yang membutuhkan. “Artinya di sini, donator hanya berdonasi saja.”

Sementara itu, berkaitan dengan peluncuran gerakan ini, dihadirkan juga diskusi dengan menghadirkan Ahmad Arif (ketua jurnalis bencana dan krisis, jurnalis Kompas), Luluk Nur Hamidah (Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB), dan Rara Sekar (musisi dan pegiat urban farming).

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement