Kamis 12 Mar 2020 06:05 WIB

Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Pasar 

Stimulus sebagai langkah antisipasi demi mempertahankan daya beli masyarakat

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) melantik Direktur Utama LPDB-KUKM yang baru Supomo(kiri)(Kemenkop dan UKM)
Foto: Kemenkop dan UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) melantik Direktur Utama LPDB-KUKM yang baru Supomo(kiri)(Kemenkop dan UKM)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengambil langkah antisipasi demi mempertahankan daya beli masyarakat di tengah penyebaran virus corona di Tanah Air. Salah satunya dengan menyiapkan paket stimulus market. 

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, kebijakan stimulus market tersebut masih dibahas oleh Kementerian Keuangan. Maka ia belum bisa menjelaskan lebih rinci.

“Kami lagi menyiapkan satu stimulus untuk menggerakan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hanya saja lagi dibahas sama Menteri Keuangan,” ujar Teten usai membuka Indocraft 2020 di Jakarta, Rabu (11/3).

Teten menegaskan, isu corona tidak memberi dampak signifikan terhadap UMKM. Meski begitu agar usaha mereka tetap berkelanjutan, menurutnya, momentum ini harus dijadikan peluang bagi UMKM untuk menyubtitusi berbagai produk impor.

“Misalnya kita banyak impor dari China, atau luar negeri lainnya seperti buah, sayur, jamur. Ini bisa kita gantikan dari pasar dalam negeri dengan produk-produk tropis yang saya kira banyak,” kata Teten. 

Ia menegaskan, dampak corona jangan sampai membuat daya beli masyarakat menurun khususnya terhadap produk UMKM. Maka pemerintah akan berupaya mempertahankannya.

“Kalau produknya tidak ada yang beli, meski digelontorkan pembiayaan (UKM) juga akan mati. Justru yang kita gairahkan misalnya yang tadinya ekspor disubtitusi oleh belanja di dalam negeri,” jelas Teten. 

Memastikan masyarakat membeli produk UKM, lanjut dia, salah satunya melalui penyelenggaraan pameran, seperti Indocraft 2020. Hal lain yang tidak kalah penting, kata Teten, yaitu menjaga suplai produk UKM ke market tetap terjaga. 

“Kita tahu kita punya produk yang unggul, kita punya pengrajin yang luar biasa dan di tengah situasi wabah virus corona masih tetap terselenggara. Ini luar biasa dan pemerintah berharap kegiatan-seperti seperti ini terus diadakan,” ujarnya.

“Jadi sekarang itu belanja, makan, ayok keluarga terus kita gerakkan ekonomi ini jangan sampai terhenti. Apalagi banyak UMKM dan saya yakin seperti tahun 1998 ada krisis, nah UMKM bisa menjadi penopang ekonomi nasional dan ini saya kira kita terus gerakan,” tegas dia.

Sebagai informasi, pameran Business-to-Customer (B2C) di sektor ekonomi kreatif, Indocraft 2020 menjadi ajang promosi efektif bagi para pelaku UKM mandiri dan binaan guna menampilkan dan memasarkan langsung ragam produk andalan terbaru mereka. Selama lima hari pameran, digelar pula peragaan busana karya para designer yang mengangkat berbagai tema pesona Nusantara misalnya Pesona Alam Sambas Kalimantan Barat by Savitri, Pesona Sulawesi Selatan by Wanti Eldrin, Busana Pria Elegan Tenun NTB by Feri Kuncoro, serta Minangkabau Heritage by Ida Leman.

Pameran Indocraft 2020 juga dimeriahkan serangkaian kegiatan Presentasi dan Talkshow oleh Indonesia Ethnic Designer Community. Workshop serta Demo Make Up oleh Wardah serta Ethnic Millenial Model Award 2020 pun turut digelar. 

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement