Ahad 08 Mar 2020 10:45 WIB

Kebijakan Ekonomi Sejumlah Negara Tangani Dampak Corona (2) 

Bank Sentral Eropa memilih untuk menghindari pemotongan suku bunga.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Suasana Colosseum di Roma, Italia, yang sepi pengunjung pada Sabtu (7/3). Virus corona yang menyebar cepat di Italia menyebabkan turunnya jumlah kunjungan ke negara tersebut.
Foto: AP Photo/Andrew Medichini
Suasana Colosseum di Roma, Italia, yang sepi pengunjung pada Sabtu (7/3). Virus corona yang menyebar cepat di Italia menyebabkan turunnya jumlah kunjungan ke negara tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pembuat kebijakan di masing-masing negara pada akhirnya mengambil berbagai pendekatan untuk menangani dampak virus corona Covid-19. Dikutip dari Reuters pada Ahad (6/3), kebijakan diambil mulai dari penurunan suku bunga darurat hingga memilih untuk menunggu dan melihat bagaimana perkembangan ke depan. 

Bank Sentral Eropa

Baca Juga

Sejauh ini, Bank Sentral Eropa memilih untuk menghindari pemotongan suku bunga. Pembuat kebijakan di Bank Sentral Eropa sudah melakukan pertemuan tak terjadwal pada 3 Maret 2020, namun untuk membahas tanggapan operasional terhadap virus corona.

Meskipun begitu, Bank Sentral Eropa meminta bank-bank di zona Eropa untuk meninjau kembali rencana kesinambungan bisnis. Begitu juga dengan tindakan yang dapat diambil untuk mempersiapkan dan meminimalkan dampak terburuk yang bisa terjadi karena virus corona.

Saat ini, Uni Eropa memberikan kelonggaran fiskal pemerintah untuk secara individual dalam menangani dampak ekonomi akibat virus korona. Uni Eropa juga memutuskan stimulus yang lebih terpadu jika ekonomi semakin tertekan karena virus corona.

Menteri Keuangan Uni Eropa juga memiliki kendali penuh atas penerapan peraturan yang membatasi pinjaman pemerintah. Mereka sepakat dampak ekonomi dari virus tersebut merupakan keadaan darurat dan peristiwa di luar kendali. 

Jerman

Kanselir Angela Merkel masih mempertimbangkn apakah Jerman harus mengeluarkan paket stimulus fiskal untuk melawan dampak virus corona. Pakar anggaran memperkirakan pemerintah memiliki ruang fiskal untuk langkah-langkah tambahan senilai 17 miliar euro atau sekitar 18,9 miliar dolar AS.

Beberapa pejabat mengatakan bahwa Berlin bahkan dapat menyusun paket stimulus bernilai hingga 50 miliar euro. Hal tersebut dapat dilakukan tanpa mengabaikan kebijakan pemerintah tentang tidak ada utang baru.

Britania

Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan saat ini masih harus menunggu sampai memiliki kejelasan lebih lanjut tentang pukulan ekonomi dari wabah virus corona sebelum membuat keputusan seperti memotong suku bunga. Bailey mengatakan bantuan cepat diperlukan untuk perusahaan yang operasinya terganggu oleh penyebaran penyakit di seluruh dunia.

Menteri Keuangan Rishi Sunak sudah meminta para pejabat untuk menyusun langkah-langkah lebih lanjut untuk mendukung respons kesehatan masyarakat, bisnis, dan ekonomi sesuai kebutuhan. Selain itu juga akan memberikan pembaruan ketika dia menyajikan anggaran pertamanya ke parlemen pada 11 Maret 2020.

Prancis

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Marie mengatakan bahwa Eropa harus siap menggunakan stimulus fiskal untuk menghadapi dampak virus corona. Pemerintah Perancis mengizinkan perusahaan untuk menunda pembayaran beberapa pungutan sosial dan pajak.

Selain itu, Perancis juga tengah menaktifkan skema kerja jangka pendek yang disubsidi negara. Marie memerintahkan bank investasi negara Bpifrance untuk menjamin pinjaman yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah arus kas jangka pendek.

Italia

Pemerintah Italia berencana untuk meningkatkan defisit anggaran tahun 2020 sekitar 0,35 persen dari output nasional untuk membantu mengatasi krisis ekonomi akibat virus corona. Menteri Ekonomi Italia Roberto Gualtieri mengatakan Roma akan meminta lampu hijau Uni Eropa untuk menaikkan sasaran defisit, saat ini ditetapkan pada 2,2 persen.

Wakil Menteri Ekonomi Italia Laura Castelli mengatakan pemerintah kemungkinan akan meningkatkan dana hingga 5 miliar euro atau sekitar 5,6 miliar dolar AS untuk untuk membantu perekonomian dalam menangani dampak dari virus corona.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement