Sabtu 07 Mar 2020 17:32 WIB

Soekarno-Hatta Masih Layani Penerbangan Jakarta-Seoul

AP II akan melarang wisatawan dari Daegu dan Gyeongsangbuk-do, Korsel, mulai besok.

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura II (Persero) menyampaikan Bandara Soekarno-Hatta masih melayani penerbangan dari Jakarta ke Seoul dan sebaliknya. "Penerbangan dari Jakarta ke Seoul dan sebaliknya masih dioperasikan di Soekarno-Hatta," ujar President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (7/3).

Namun, lanjut dia, sesuai dengan kebijakan pemerintah guna mencegah penyebaran virus corona (COVID-19), mulai 8 Maret 2020 wisatawan yang dilarang masuk dan transit di Indonesia, yakni wisatawan yang dalam 14 hari terakhir sebelum tiba di Indonesia melakukan perjalanan di sejumlah wilayah Korea Selatan. Khususnya, Daegu dan Gyeongsangbuk-do.

Baca Juga

"Bagi pelancong yang tidak ke dua wilayah itu harus memiliki surat keterangan sehat yang valid serta dikeluarkan otoritas kesehatan di Korsel untuk bisa masuk atau transit di Indonesia," jelasnya.

Ia menambahkan, penerbangan Jakarta-Seoul dan sebaliknya saat ini dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Asiana Airlines di Soekarno-Hatta. Disebutkan, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia di rute Jakarta-Seoul adalah setiap hari (daily), sementara itu Asiana Airlines menjadi tiga kali dalam seminggu.

Sebelumnya, Korean Airlines juga melayani rute Jakarta-Seoul namun mulai bulan ini ditangguhkan sementara oleh maskapai tersebut sebagai dampak dari virus corona (COVID-19). Adapun kebijakan terbaru pemerintah terkait perkembangan COVID-19 juga tidak melarang penerbangan dari dan ke Iran dan Italia.

Muhammad Awaluddin juga menyampaikan bahwa bandara-bandara PT Angkasa Pura II saat ini memang belum melayani penerbangan langsung ke Italia dan Iran. Pemerintah, lanjut dia, juga tidak melarang penerbangan dari dan ke Italia serta Iran, tapi pemerintah hanya melarang traveler masuk atau transit bagi yang dalam 14 hari terakhir sebelum tiba di Indonesia melakukan perjalanan dari sejumlah wilayah di Iran yaitu Tehran, Qom dan Gilan.

Sedangkan Italia yaitu Lombardi, Veneto, Emilia, Romagna, Marche dan Piedmont. Seperti diketahui, sesuai laporan WHO saat ini tengah terjadi kenaikan signifikan kasus Corona di Korsel, Iran dan Italia. Selain tiga negara itu, negara-negara lain juga tengah menghadapi tantangan penyebaran corona.

Namun demikian, Muhammad Awaluddin mengatakan, konektivitas internasional di Soekarno-Hatta tetap terjaga dengan masih dioperasikannya rute internasional eksisting meski ada pengurangan frekuensi penerbangan. Rute-rute penerbangan internasional yang beroperasi dari dan ke Soekarno-Hatta dengan pengurangan frekuensi pada Maret 2020, diantaranya Singapura (pengurangan frekuensi oleh Singapore Airlines, Garuda Indonesia, dan AirAsia Indonesia), Hong Kong (Cathay Pacific dan Garuda Indonesia), Bangkok (Thai Airways, Thai Lion Air dan AirAsia Indonesia).

Selain itu, Taipei (Eva Air), Hanoi (VietJet), Ho Chi Minh (VietJet dan Vietnam Airlines), Seoul (Asiana Air, dan Korean Air tidak beroperasi), dan Kuala Lumpur (Malaysia Airlines). Untuk rute-rute internasional lainnya masih tetap beroperasi dengan normal seperti penerbangan dari dan ke negara-negara di Timur Tengah, Asia Barat, serta Eropa.

Muhammad Awaluddin menegaskan, untuk penangguhan (suspended) penerbangan internasional secara penuh di Bandara Soekarno-Hatta saat ini hanya pada rute dari dan ke China. Penangguhan penerbangan dari dan ke China itu dimulai sejak 5 Februari 2020 sesuai dengan kebijakan pemerintah, hingga waktu yang belum ditentukan guna mencegah penyebaran corona ke Tanah Air.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement