Rabu 04 Mar 2020 16:20 WIB

RSUD Banyumas Rawat Dua Pasien Suspect Covid-19

Pihak RSUD Banyumas menunggu hasil lab Balitbang Kemenkes.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yudha Manggala P Putra
Seorang pasien dirawat di ruang isolasi RSUD. Ilustrasi
Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Seorang pasien dirawat di ruang isolasi RSUD. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Seorang lagi pasien yang diduga (suspect) Covid-19, masuk ke ruang perawatan isolasi RSUD Banyumas. Sebelumnya, RSUD ini telah merawat pasien suspect Corona yang merupakan TKI baru pulang dari Hongkong. Sedangkan pasien kedua, tiba di RSUD Banyumas Rabu (4/3) dan langsung masuk ruang isolasi.

''Pasien kedua ini, malam sebelumnya dirawat di IGD RS DKT Wijayakusuma Purwokerto. Namun karena yang bersangkutan memiliki gejala penyakit mirip flu dan baru pulang dari Singapura, maka yang bersangkutan kami tempatkan di ruang isolasi,'' jelas Wakil Direktur Umum RSUD Banyumas, dr Noegroho Harbani, Rabu (4/3).

 

Dia menyebutkan, pasien kedua ini juga berjenis kelamin perempuan dan baru berusia 26 tahun. Dari pemeriksaan pasien, diketahui bahwa pasien tersebut memiliki riwayat penyakit asma, penyakit yang dialami saat ini disertai demam dengan suhu tubuh 37 derajat celcius dan juga batuk.

''Pasien ini bukan bekerja migran. Dia baru pulang dari Singapura, karena mendampingi wisatawan berkunjung ke negara itu,'' jelasnya.

Menurutnya, pihak RS menempatkan pasien tersebut di ruang isolasi dalam rangka observasi dan pencegahan karena memiliki riwayat perjalanan dan gejala penyakit mirip flu. ''Untuk kepastian penyakitnya, kita akan kirimkan sampel air liur pasien ini ke laboratorium Balitbang Kemenkes,'' jelasnya.

Sementara mengenai kondisi pasien sebelumnya yang juga dirawat di ruang isolasi, Nugroho menyebutkan, kondisinya saat ini terlihat sudah semakin membaik. Meski demikian, dia menyatakan pihak RS tetap akan menunggu hasil pemeriksaan sampel air liur pasien yang sudah dikirim ke laboratorium Kemenkes. ''Untuk memastikan apakah yang bersangkutan terinfeksi virus korona atau tidak, kita akan tetap menunggu hasil lab,'' jelasnya.

Menurutnya, pasien pertama ini berjenis kelamin perempuan dan baru pulang dari Hong Kong. Usianya, sekitar 44 tahun. ''Kondisi hari ini sadar penuh. Memang masih demam, namun keluhannya sudah jauh berkurang. Kita juga sudah melakukan rontgen untuk mengetahui kondisi paru-parunya,'' katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement