Jumat 28 Feb 2020 23:16 WIB

BI Dukung kebijakan Perkuat Sektor Pariwisata Lewat Seminar

Bi akan menyelenggarakan 10 event nasional dan internasional di 2020

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (20/2/2020).
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memastikan akan mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat sektor pariwisata dengan menyelenggarakan seminar nasional maupun internasional.

"Kurang lebih 10 event nasional dan internasional, kami lakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah mendorong pariwisata, khususnya dalam negeri," kata Perry di Jakarta, Jumat (28/2). Perry mengatakan kegiatan seminar yang akan mendatangkan banyak peserta ini akan dilakukan agar sektor pariwisata dalam negeri tidak terdampak oleh penyebaran virus corona.

"Berbagai event yang kami organisir, baik seminar nasional dan internasional yang dijadwalkan di semester II, kami majukan di Kuartal I dan II," katanya. Menurut perkiraan awal, penyebaran virus corona akan mempengaruhi sektor pariwisata nasional, apalagi kunjungan turis China ke Indonesia merupakan salah satu yang terbanyak.

Kondisi ini yang membuat pemerintah menyiapkan insentif pariwisata berupa potongan harga tiket pesawat ke daerah destinasi unggulan maupun insentif lainnya kepada agen perjalanan.

Meski demikian, Perry mengharapkan kegiatan ekonomi mulai pulih pada Kuartal II-2020 setelah dunia mulai dapat mengantisipasi atau menekan penyebaran virus corona."Memang pengaruhnya terbesar di Februari dan sebagian Maret, setelah itu April dan seterusnya ada pemulihan selama enam bulan," katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia juga telah mengeluarkan stimulus untuk menjaga kinerja ekonomi dari sisi moneter melalui penurunan suku bunga acuan maupun relaksasi kebijakan makroprudensial. Selain itu, melalui koordinasi dengan pemerintah, bank sentral juga mendorong percepatan penyaluran bantuan sosial maupun transfer ke daerah melalui sistem elektronik.

Penguatan koordinasi dengan otoritas terkait juga dilakukan untuk menjaga kestabilan makro ekonomi dan memitigasi dampak virus corona dalam waktu dekat. Dengan kondisi saat ini, bank sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2020 berada pada kisaran 5,0-5,4 persen, atau turun dari perkiraan sebelumnya 5,1-5,5 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement