Rabu 26 Feb 2020 20:55 WIB

Brantas Abipraya Resmikan PLTM Sako-1 di Pesisir Selatan

PLTM Sako-1 sudah selesai dikonstruksi pada Desember 2019 lalu.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil
Brantas Abipraya Resmikan PLTM Sako-1 di Pesisir Selatan. Foto: PT Brantas Abipraya (Persero), hari ini, Rabu (26/2) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sako-1 yang dibangun anak usaha Brantas Abipraya yaitu PT Brantas Energi melalui SPC (Special purpose company) PT Brantas Cakrawala Energi di Kenagarian Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Foto: Republika/Febrian Fachri
Brantas Abipraya Resmikan PLTM Sako-1 di Pesisir Selatan. Foto: PT Brantas Abipraya (Persero), hari ini, Rabu (26/2) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sako-1 yang dibangun anak usaha Brantas Abipraya yaitu PT Brantas Energi melalui SPC (Special purpose company) PT Brantas Cakrawala Energi di Kenagarian Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, PESISIR SELATAN--PT Brantas Abipraya (Persero), hari ini, Rabu (26/2) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sako-1 yang dibangun anak usaha Brantas Abipraya yaitu PT Brantas Energi melalui SPC (Special purpose company) PT Brantas Cakrawala Energi di Kenagarian Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero) Bambang E. Marsono mengatakan peresmian PLTM Sako -1 ini sebagai bentuk komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) agar dapat mencapai  target 23 persen energi baru dan terbarukan (EBT) pada bauran energi nasional tahun 2025.

“Ini merupakan sinergi BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Melalui cucu usaha kami, berita acara COD (Commercial Operation Date)-nya sudah ditandatangani awal Januari lalu (2/1) oleh Brantas Cakrawala Energi dengan PT PLN (Persero) wilayah Sumbar,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, PLTM Sako-1 sudah selesai dikonstruksi pada Desember 2019 lalu. PLTM ini memiliki kapasitas terpasang 2x3 Mega Watt. Pembangkit ini akan menambah dukungan ketersediaan dan keandalan listrik bagi wilayah Kabupaten Pesisir Selatan dan sekitarnya.

Tak hanya itu, dengan adanya PLTM Sako-1 ini menurut Bambang akan dapat memberikan manfaat lebih pada sumber daya alam setempat yang tidak menimbulkan polusi (water to wire technology). Sehingga PLTM Sako-1 menurut Bambang akan jadi investasi energi yang ramah lingkungan sehingga dapat menurunkan emisi karbon dalam isu global warming.

Bambang menambahkan lokasi PLTM yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan juga diharapkan dapat menyokong pertumbuhan ekonomi regional. Bambang melihat dengan keberadaan PLTM milik anak usaha Brantas Abipraya di sini dapat memberdayakan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja sesuai kompetensi.

Bambang juga menyebut kehadiran PLTM Sako-1 juga berkontribusi dalan mendorong percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui Brantas Energi.

PT Brantas Abipraya kata Bambang optimistis dapat terus aktif mendukung program pemerintah untuk merealisasikan program 35.000 MW. Bambang menjelaskan PT Brantas Cakrawala Energi memang bergerak di bidang investasi energi terbarukan, khususnya Hydro Power.

Hingga hari, PT Brantas Cakrawala Energi  telah berhasil mengoperasikan tiga pembangkit listrik. Sebelumnya PLTM Sako-1, Brantas Energi juga telah berhasil mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gorontalo yang berkapasitas 2MW dan PLTM Padang Guci di Bengkulu sebesar 3x2,0MW.

“Kesemuanya ini masih tahap konstruksi dan rencananya akan COD di triwulan III tahun ini dengan total kapasitas 21,5 MW,” ucap Bambang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement