Senin 17 Feb 2020 14:56 WIB

Jokowi Dorong Peningkatan Daya Saing Pariwisata

Peringkat daya saing pariwisata Indonesia setiap tahun selalu meningkat.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolanda
Pemandangan wisata Batu Sindu di kawasan Tanjung Senubing, Bunguran Timur, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (16/2/2020). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong jajarannya agar meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.
Foto: MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA FOTO
Pemandangan wisata Batu Sindu di kawasan Tanjung Senubing, Bunguran Timur, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (16/2/2020). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong jajarannya agar meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong jajarannya agar meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Karena itu, ia meminta agar dilakukan perbaikan sejumlah hal untuk mendukung pariwisata Indonesia.

Di antaranya yakni pembenahan bidang lingkungan yang berkelanjutan, bidang kesehatan dan kebersihan, bidang infrastruktur pariwisata, bidang keamanan, dan juga  bidang kesiapan teknologi informasi. 

"Saya kira catatan-catatan ini harus kita jadikan kita dalam bekerja ke depan dengan target-target yang terukur dan jelas," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2). 

Pembenahan untuk meningkatkan daya saing pariwisata ini harus segera dilakukan. Sebab, Indonesia sendiri sudah memiliki lima keunggulan lainnya dibandingkan negara lain. Yakni terkait daya saing harga, prioritas kebijakan, daya tarik alam, keterbukaan, daya tarik budaya dan kunjungan bisnis. 

Jokowi menyampaikan, peringkat daya saing pariwisata Indonesia dalam travel dan tourism competitiveness index dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Pada 2015, pariwisata Indonesia berada di peringkat 50. Kemudian pada 2017, pariwisata Indonesia naik peringkat menjadi 42, dan di 2019 peringkat pariwisata kembali meningkat menjadi 40. 

"Kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita misalnya Singapura berada di peringkat 17, Malaysia 29, dan Thailand 31. Saya kira ini menjadi catatan kita ke depan dalam rangka memperbaiki dari empat sub index dan 14 pilar yang menjadi tolok ukur indeks daya saing pariwisata dunia," ujar Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement