Selasa 21 Jan 2020 13:45 WIB

Bangun Pelabuhan Logistik Labuan Bajo, Ini Investasi Pelindo

Nantinya terdapat dua dermaga utama di Pelabuhan Labuan Bajo, logistik dan curah.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda
Wisatawan mengabadikan suasanai matahari terbenam (sunset) di kawasan wisata Bukit Silvia, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Minggu (19/1).
Foto: ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Wisatawan mengabadikan suasanai matahari terbenam (sunset) di kawasan wisata Bukit Silvia, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Minggu (19/1).

REPUBLIKA.CO.ID, LABUAN BAJO -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan memisahkan pelabuhan penumpang dan logistik di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) akan membangun pelabuhan multipurpose atau logistik tersebut dan sudah merencanakan sejumlah investasi. 

"Pelindo III akan menginvestasikan insfratruktur untuk kebutuhan bongkar muat kapal di sini, baik curah cair maupun peti kemas," kata Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, Selasa (21/1). 

Baca Juga

Doso memastikan sejauh ini persiapan yang dilakukan Pelindo III untuk membangun pelabuhan logistik tersebut sudah matang. Dia menegaskan tahun ini Pelindo III akan langsung melakukan pembangunan.

"Prediksinya, kapasitas pelabuhan ini bisa terus bertambah dari awalnya 4.000 TEUs hingga mencapai 100 ribu TEUs pertahun ke depannya,” tutur Doso. 

Dia menambahkan pelabuhan logistik Labuan Bajo merupakan pelabuhan khusus logistik pertama di wilayah tersebut. Doso mengatakan Pelindo III akan melengkapi pelabuhan logistik tersebut dengan sejumlah fasilitas. 

"Ada dua dua dermaga utama yaitu dermaga pelabuhan logistik dan dermaga curah cair. Selain itu, pelabuhan ini juga akan dilengkapi lapangan penumpukan peti kemas atau non petikemas hingga area perkantoran," ungkap Doso. 

Pelabuhan tersebut, kata dia, pada dasarnya dipersiapkan untuk melayani kapal curah cair dan petikemas dengan bobot. Khususnya untuk kapal logistik berukuran 5.000 sampai 10 ribu DWT dengan luas pelabuhan mencapai kurang lebih enam hektare.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Indonesia pelabuhan di Labuan Bajo pada dasarnya sangat potensial namun perlu dimaksimalkan. "Begitu indah tapi ada satu tumpang tindih fungsi. Fungsi penumpang dan fungsi logistik di Labuan Bajo. Maka dari itu presiden memerintahkan untuk dipisahkan,” kata Budi di Labuan Bajo, Senin (20/1). 

Budi memastikan pengerjaan tersebut akan diikerjakan secara multiyears dan tahap satu ditargetkan selesai pada Desember 2020 dengan anggaran yang disiapkan untuk sebesar Rp 200 miliar. Tak hanya itu, Budi memastikan nantinya akan dilakukan kerja sama dari seluruh stakeholder seperti PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III untuk mengelola pelabuhan logistik atau multipurpose di Labuan Bajo. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement