Jumat 17 Jan 2020 03:19 WIB

BNI Syariah Operasikan ATM Beras di Medan

ATM beras untuk memfasilitasi warga atau jamaah yang akan bersedekah.

Pekerja mengemas beras ke dalam karung.
Foto: Antara/Nova Wahyudi
Pekerja mengemas beras ke dalam karung.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- BNI Syariah bekerja sama dengan Yayasan Hasanah Titik mengoperasikan tiga mesin ATM Beras di tiga masjid di Kota Medan. ATM Beras merupakan terobosan baru BNI Syariah untuk memfasilitasi warga atau jamaah yang akan bersedekah di masjid dan Medan menjadi percontohan.

Pimpinan BNI Syariah Cabang Utama Medan, Ahmad Zulva Adi mengatakan tiga masjid yang mendapat bantuan ATM Beras itu yakni Masjid Ar Rivai di Jalan Sisingamangaraja, Masjid As Syafiiyah di Jalan STM dan Masjid Al Fajar di Deli Tua.

Baca Juga

Dengan ada ATM Beras itu diharapkan bisa menjadi wadah bagi masyarakat dan nasabah BNI Syariah menyalurkan sedekah berupa beras secara tepat sasaran. "ATM Beras juga diharapkan bisa menjangkau penerima manfaat terutama untuk masyarakat kurang mampu di sekitar masjid,” katanya.

Zulva Adi menegaskan, ATM Beras adalah suatu terobosan dalam bersedekah dan berbuat kebaikan di era digital karena mesin itu bisa dikelola secara mandiri oleh Badan Kenaziran Masjid (BKM).

Bantuan mesin ATM Beras itu diharapkan bisa memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat di sekitar masjid. Masyarakat yang ingin berdonasi juga mendapat kepastian atas beras yang disalurkan karena BKM mempunyai catatan tersendiri secara digital.

“ATM Beras dari BNI Syariah baru dijalankan secara nasional awal 2020 dan pertama kali di Kota Medan.Jika berhasil, maka akan menjadi pertimbangan untuk dijalankan juga di kota di Sumut, "katanya.

Cara kerja mesin ATM itu sendiri cukup mudah. Para donatur tinggal menyerahkan beras sumbangan dan kemudian ditampung di mesin itu. Tiap penerima manfaat akan diberi kartu, semacam kartu ATM atau e-KTP. Data penerima manfaatkan akan dimasukkan dalam sistem.

"Tiap penerima manfaat hanya akan bisa memanfaatkan kartu itu sekali dalam seminggu," katanya.

Untuk sementara, masing-masing penerima manfaat hanya bisa memperoleh beras sebanyak 2 kg dari dalam mesin.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement