Rabu 11 Dec 2019 01:02 WIB

PT Dirgantara akan Bentuk Anak Usaha untuk Penuhi Permintaan N219

perseroan mengejar target kapasitas produksi 36 unit N219 per tahun.

Rep: Rep. Tempo (swa.co.id)/ Red: Rep. Tempo (swa.co.id)
Foto: Dok PTDI
Foto: Dok PTDI

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro mengatakan, korporasi sudah menyiapkan rencana untuk membentuk anak usaha. Anak usaha itu dibentuk guna memenuhi seluruh pesanan pesawat perintis N219 yang akan memasuki fase produksi pada 2020.

“Kita butuh 127 juta dolar AS, dengan instalasi semua, dengan membentuk SPV (special purpose vehicle),” kata dia di hanggar PT Dirgantara Indonesia, di Bandung, Senin, 9 Desember 2019.

Elfien mengatakan, fasilitas yang sudah siap saat ini maksimal untuk memproduksi maksimal 6 unit N219 per tahunnya. Adapun perseroan mengejar target kapasitas produksi  36 unit N219 per tahun. “Kita sedang merencanakan untuk membangun fasilitas yang bisa (memproduksi) 36 pesawat per tahun,” kata dia.

Untuk itu, PT Dirgantara berencana mencari investor, agar dapat membangun lini produksi yang sanggup membangun lini produksi dengan kapasitas tersebut. “Tentunya fasilitas baru, dan ini sudah merupakan otomatisasi yang memang tidak seperti fasilitas yang ada sekarang. Itu investasi baru,” kata Elfien.

PT Dirgantara Indonesia saat ini sudah mulai menjajaki rencana itu dengan menimbang tingginya minat atas pesawat N219 yang kini tengah menjalani proses sertifikasi. “Itu menjadi salah satu target pengembangan fasilitas kami untuk bisa memproduksi lebih banyak lagi tiap tahun,” kata Elfien.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia, Gita Amperiawan menambahkan, hingga saat ini potensi pemesanan pesawat N219 menembus ratusan unit kendati belum masuk fase produksi. “Kalau melihat pada minat customer itu, sekarang sudah 238 (pesawat) lebih,” kata dia.

Gita mengatakan, PT Dirgantara sudah memaparkan konsep bisnis SPV itu pada Kementerian BUMN. Konsep bisnisnya juga sudah mulai dibicarakan dengan calon investor. “Ke para calon investor juga, sudah mulai mensosialisasikan ini karena waktunya juga tidak terlalu lama lagi,” kata Gita.

Saat ini, kata Gita, sudah banyak investor yang menyatakan tertarik berinvestasi di PT Dirgantara Indonesia untuk membangun lini produksi pesawat N219. “Kita sudah bicara dengan United Arab Emirat untuk investasi. Cina juga, kita lihat kemungkinannya. Dari dalam negeri juga banyak,” kata dia.

Lini produksi pesawat N219 kelak akan menjadi lini produksi pesawat dengan model otomatisasi pertama yang dimiliki PT Dirgantara Indonesia. “Tahun 2020 harus sudah persiapan untuk otomatisasi karena tidak mudah,” kata Gita.

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement