Sabtu 07 Dec 2019 13:29 WIB

Tukar Sampah dengan Sayuran Organik

Tren kesadaran masyarakat akan kebutuhan sayuran organik terus meningkat.

Rep: Eva Martha Rahayu (swa.co.id)/ Red: Eva Martha Rahayu (swa.co.id)
.
.

Baca Juga

Tren kesadaran masyarakat akan kebutuhan sayuran organik terus meningkat. Motivasi utama masyarakat memilih sayuran organik adalah pada dampak produk organik terhadap kesehatan, terutama untuk menghindari residu pestisida (kimiawi).

Sebuah penelitian yang dipublikasikan British of Nutrition, Cambrige University mengungkap bahwa sayuran organik memiliki kadar antosianin dan flavonol 50 persen lebih banyak dibandingkan dengan sayuran yang ditanam secara non-organik. Kedua senyawa tersebut berfungi untuk melindungi sel dari kerusakan.

Kondisi tersebut telah mendorong berbagai kalangan untuk menerapkan pertanian secara organik. Nyatanya, gagasan tersebut tidak hanya direspon oleh kalangan di wilayah perdesaan saja dimana pertanian diidentikan dengan desa, di perkotaan pun banyak yang telah mengaplikasikan gagasan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren urban farming memang kian digandrungi oleh masyarakat yang tinggal di kota besar, terlebih menjadi solusi pemanfaatan lahan yang sempit ditengah padatnya perkotaan.

Untuk mendukung upaya mewujudkan kota dan permukiman yang berkelanjutan, Kelurahan Selong bersama dengan Pacific Place Jakarta melalui CSR-nya menginisiasi program bersama dengan nama Selong Farm, sebuah program vertical urban farming yang berada di Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Program yang telah dimulai sejak Agustus 2019 tersebut, kini diresmikan oleh Marullah Matali, Walikota Jakarta Selatan dalam Acara Launching Program Urban Farming Selong Farm pada Jumat pagi (6/12/2019).

“Semoga ke depannya lahan yang masih panjang tersebut dapat lebih dioptimalkan,” Kata Marullah Matali, Walikota Jakarta Selatan dalam sambutannya Program Urban Farming Selong Farm & Peresmian Komite Sepeda Indonesia Tingkat kebayoran Baru.

Program urban farming yang digagas bersama tersebut disinergikan dengan Program Bank Sampah Lavender yang merupakan binaan Pacific Place Jakarta sejak tahun 2016. Dalam acara tersebut, nasabah bank sampah datang membawa sampah ke Bank Sampah untuk dilakukan penimbangan, kemudian akan dicatat dan dikonversi dengan sayuran yang langsung dipanen dari Selong Farm. Program tukar sampah dengan sayuran ini tersedia untuk para nasabah Bank Lavender.

Ishak A Muin, VP Operation Support Services Pacific Place Jakarta, berharap program kolaborasi ini kedepannya mampu mengedukasi masyarakat melalui dua hal. Pertama, dari sisi ekologis mampu menjaring masyarakat luas agar dapat berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang asri melalui Bank Sampah.

Kedua, dari sisi kesehatan dapat memotivasi masyarakat khususnya Ibu-ibu PKK yang turut berpartisipasi dalam program ini untuk hidup sehat dengan menukarkan sampah dengan sayuran organik.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement