Jumat 06 Dec 2019 01:17 WIB

Pecat Dirut Garuda, Erick Thohir Buat BUMN Lain Waspada

Langkah Erick Thohir memecat Dirut Garuda diapresiasi.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Gita Amanda
Moge Harley Davidson shovelhead klasik 70an hasil selundupan Dirut Garuda, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).
Foto: Republika/Idealisa Masyrafina
Moge Harley Davidson shovelhead klasik 70an hasil selundupan Dirut Garuda, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk memecat Direktur Utama Garuda Indonesia diapresiasi. Keputusan itu dinilai sebagai ketetapan yang bakal berdampak positif bagi perjalanan BUMN ke depan.

"Ini menjadi contoh agar BUMN lain tidak leluasa lagi bermain dengan wewenang yang mereka punya untuk kepentingan oknum tertentu," kata Direktur Suropati Syndicate Muhammad Shujahri di Jakarta, Kamis (5/12).

Baca Juga

Shujahri memuji sikap mantan direktur Inter Milan ini yang tidak ribut dan berkoar-koar di publik sebelum ada hasil investigasi internal. Dia melanjutkan, Erick juga sangat bijaksana dengan memberi kesempatan kepada pelaku untuk mundur dan mempertanggungjawabkan tindakannya sebelum dicopot.

Shujahri mengatakan, langkah mantan ketua Asean Games 2018 ini akan memberikan dampak positif bagi kinerja keseluruhan BUMN. Dia mengatakan, BUMN lain yang masih sering terjadi penyalahgunaan wewenang tidak akan berani melakukan hal serupa.

Shujahri berpendapat bahwa peristiwa ini perlu dijadikan contoh yang baik bagi generasi muda Indonesia. Dia mengatakan, hal itu akan membuat iklim dunia kerja yang berintegritas dan profesional.

Lebih lanjut, menurutnya, hal tersebut juga akan membuat generasi muda semakin percaya diri dengan dunia kerja yang kompetitif. Ini, dia menambahkan, karena tidak ada lagi perlakuan khusus bagi orang-orang tertentu.

Dia menilai penunnjukan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN merupakan langkah tepat. Dia mengatakan, perusahaan pelat merah akan bersih dari praktik negatif menuysul profesionalisme dan integritas Erick.

"Hal penting yang patut kita sorot adalah tindakan ini contoh yang baik bagi generasi muda bangsa," katanya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir memecat Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. Dia diberhentikan menyusul kasus penyelundupan motor Harley Davidson bekas dan dua sepeda Brompton dalam pesawat baru Airbus A330-900.

Nilai potensi kerugian negara berkisar Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar. Erick mengatakan, pengganti Ari Askhara akan ditentukan secepatnya melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

Menurut Erick, penyelundupan ini merupakan proses menyeluruh di dalam maskapai pelat merah tersebut, bukan hanya individu. Dalam manifesto terdapat sebanyak 22 penumpang yang di antaranya direksi Garuda Indonesia.

Kementerian BUMN masih akan menunggu hasil penyelidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait dengan oknum lainnya yang tersangkut kasus ini. Menurut dia, kasus ini tidak hanya masuk ke ranah perdata, tapi juga pidana mengingat adanya kerugian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement