Kamis 05 Dec 2019 23:26 WIB

Mentan Berharap Vaksin Unggas Indonesia Bisa Mendunia

Diharapkan vaksin unggas ini dapat dimanfaatkan negara-negara lain di dunia.

 Vaksin unggas diharapakn dapat dimanfaatkan negara-negara lain di dunia. Foto Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) -ilustrasi
Foto: Kementan
Vaksin unggas diharapakn dapat dimanfaatkan negara-negara lain di dunia. Foto Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) -ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan harapannya agar Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Peneltian Veteriner (BBLitvet) dapat terus mengembangkan inovasi dan teknologi di bidang vaksin unggas. Diharapkan vaksin unggan ini dapat dimanfaatkan negara-negara lain di dunia.

"BBLitvet ini adalah bagian dari keluarga besar Kementan. Saya baru pertama kali ini hadir di sini. Saya menaruh harapan besar agar BBLitvet terus mengembangkan inovasinya sehingga vaksin unggas hasil inovasi BBLitvet dapat dimanfaatkan oleh masyarakat internasional," kata Syahrul di Kota Bogor, Kamis (5/12).

Baca Juga

Syahrul yang populer dengan akronim SYL ini mengatakan hal itu dalam sambutannya pada acara peluncuran inovasi teknologi kesehatan unggas di BBLitvet. Pada kesempatan itu SYL didampingi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry.

BBLitvet meluncurkan beberapa vaksin untuk kesehatan unggas. Antara lain vaksin bivalen avian influenza H5N1, vaksin inaktif kombinasi HPAI dan LPAI, vaksin ND GTT/11, serta teknologi diagnosa kit Test DIVA. Teknologi ini digunakan untuk membedakan hasil vaksinasi dan infeksi avian influenza.

Mentan berharap adanya inovasi vaksin unggas itu dapat membuat kesehatan unggas menjadi lebih baik. Sehingga populasinya lebih cepat tumbuh dan bisa dimanfaatkan oleh negara lain di dunia.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu juga menjelaskan Kementan memiliki program di bidang peternakan. Salah satunya adalah meningkatkan populasi ayam kampung menjadi ayam unggul yakni ayam petelur yang produktif.

"Kita berharap melalui pemberdayaan masyarakat, populasi ayam kampung akan semakin berkembang. Dan perkembangan ini harus diantisipasi dengan vaksin kesehatan unggas untuk mencegah serangan penyakit dan virus," katanya.

Mentan menambahkan dengan adanya pengembangan populasi ayam kampung unggul maka dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan penghasilan mereka.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement