Jumat 29 Nov 2019 15:38 WIB

Wishnutama: Labuan Bajo Akan Jadi Destinasi Wisata Super Premium

Tiket kawasan Taman Nasional Komodo akan dipatok Rp 14 juta per wisatawan per tahun.

Rep: Editor (swa.co.id)/ Red: Editor (swa.co.id)
Wishnutama di Pulau Padar, TNK (Dok : Wishnutama/Instagram)
Wishnutama di Pulau Padar, TNK (Dok : Wishnutama/Instagram)

Baca Juga

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama ingin menyulap Labuan Bajo menjadi wisata super-premium. Niat itu ia ungkapkan melalui unggahan di media sosial Instagram pribadi terverifikasinya, Jumat, 29 November 2019.

"Mari bahu membahu wujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium Indonesia," ujarnya.

Wishnutama mengatakan potensi wisata di kawasan Taman Nasional Labuan Bajo tersebut luar biasa. Ia bercerita sempat menyambangi beberapa pulau di lokasi yang menjadi bagian kawasan taman nasional. Di antaranya Pulau Padar dan Pantai Pink.

Mantan bos media televisi dan media daring itu takjub dengan pemandangannya yang berupa gugusan pulau dan bukit serta air laut yang sangat biru. Selain itu, dia berkisah sempat mengunjungi habitat komodo di Pulau Rinca.

Dalam kunjungannya yang didampingi Wakil Menteri Pariwisata Angela Tanoesoedibjo ini, Wishnutama sempat berbincang dengan penjual cenderamata. Menurut dia, selain atraksi, Labuan Bajo memiliki potensi ekonomi kreatif dari penjualan cenderamata. Namun, perlu dikembangkan.

Adapun pengembangan Labuan Bajo sebagai wisata prioritas adalah pekerjaan rumah yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam acara Kompas 100 CEO Forum di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, kemarin, Jokowi mengatakan pengelolaan Labuan Bajo akan memastikan wisata di taman nasional ini tidak akan dicampur dengan kalangan menengah ke bawah dan premium.

Konsep wisata super premium atau wisata eksklusif ini sebelumnya memang sedang digodok Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut mengatakan tiket masuk kawasan Taman Nasional Komodo akan dipatok tinggi, yakni Rp 14 juta per wisatawan per tahun atau membership. Kebijakan tersebut dilakukan untuk membatasi jumlah wisatawan yang masuk ke area konservasi. 

"Ini kita atur agar komodo sebagai hewan langka yang masuk World Heritage (keajaiban dunia) terlindungi," ujar Luhut pada 2 Oktober lalu.

Menurut Luhut, pemerintah akan menyerahkan pengelolaan Taman Nasional Komodo ke organisasi-organisasi filantropis. Selanjutnya, pemerintah akan mulai membuka tender agar pengelolaan lokasi wisata yang masuk golongan destinasi superprioritas itu profesional. "Semua yang peduli lingkungan kita akan kita tawari (untuk mengelola)," ujar Luhut. 

Organisasi filantropis itu nantinya menjadi pihak yang bakal menjual tiket kepada wisatawan. Ihwal pengaturan tiket, Luhut mengatakan pemerintah akan menerapkan sistem kartu anggota tahunan yang bersifat premium. 

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement