REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah Menteri BUMN Erick Thohir melakukan perombakan jabatan baik di kementerian dan BUMN dinilai wajar untuk mendapatkan tim yang solid. Namun, Erick perlu lebih terbuka kepada publik tentang sosok pilihannya yang menduduki kursi pejabat BUMN.
Direktur Riset CORE Indonesia, Piter A Redjalam, menjelaskan keterbukaan yang dimaksud adalah Erick bisa menjelaskan kepada publik seperti apa tantangan BUMN kedepan dan seperti apa kondisi BUMN saat ini. Dengan keterbukaan alasan ini, kata Piter, bisa menahan spekulasi liar dari publik atas pilihan pilihan Erick.
"Saat ini kan akhirnya orang berspekulasi atas penunjukan sosok sosok. Tercermin bahwa BUMN perlu diperbaiki dari segi efisinsi dan transparansi. Tapi itu kan penilaian publik. Lebih bagus kalau pak erick jelaskan ini," ujar Piter kepada Republika, Ahad (24/11).
Piter juga melihat dengan keterbukaan Erick ke depan maka bisa menjadi titik tolak baru bagi BUMN. Sebab selama ini, BUMN sarat akan kertetutupan.
Dengan jargon kerterbukaan dan transparasi, Erick bisa memulainya. "Bukan maksud untuk menjelekan era Rini. Hanya saja, Erick perlu terbuka seperti apa kondisi BUMN hari ini. Ini akan lebih baik," ujar Piter.
Piter menambahkan langkah Erick merombak jabatan wajar karena ia mendapat tantangan dari Presiden untuk menjadikan BUMN lebih baik lagi kedepan bukanlah persoalan yang mudah. "Tentu Pak Erick akan mencari orang dalam tim yang solid. Perombakan itu wajar sekali terjadi," ujar Piter.