Jumat 08 Nov 2019 07:13 WIB

Ada 8 Prinsip Etika AI, Perusahaan di Australia Ini Sedang Mengujinya

Uji coba untuk pastikan prinsip-prinsip etika AI dapat diterjemahkan ke dunia nyata.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Ada 8 Prinsip Etika AI, Perusahaan di Australia Ini Sedang Mengujinya. (FOTO: Entrepreneur.com)
Ada 8 Prinsip Etika AI, Perusahaan di Australia Ini Sedang Mengujinya. (FOTO: Entrepreneur.com)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

National Australia Bank, Commonwealth Bank, Telstra, Microsoft, dan Flamingo AI telah memutuskan untuk menjadi pelaku bisnis pertama yang menguji coba prinsip-prinsip etika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Demikian diungkapkan oleh Menteri Industri Sains dan Teknologi Australia. Menurutnya, uji coba itu dilakukan untuk memastikan prinsip-prinsip etika AI dapat diterjemahkan ke dalam skenario dunia nyata.

"Kami perlu memastikan bahwa kami bekerja dengan komunitas bisnis karena AI menjadi lebih lazim dan prinsip-prinsip ini mendorong organisasi untuk mengusahakan hasil terbaik bagi Australia dan untuk mempraktikkan standar tertinggi bisnis etis," kata Andrews dalam sebuah pernyataan yang dikutip Zdnet, Kamis (7/11/2019).

Baca Juga: Begini Bank Commonwealth Gunakan AI dan ML untuk Customer Engagement

"Ini sangat penting karena kami membangun kepercayaan Australia bahwa sistem AI aman, dapat diandalkan dan akan memiliki efek positif pada kehidupan mereka," imbuh Andrews.

Adapun delapan prinsip etika yang telah dikembangkan untuk kerangka kerja meliputi: kesejahteraan manusia, sosial dan lingkungan; nilai-nilai human-center sehubungan dengan hak asasi manusia, keanekaragaman, dan otonomi individu; keadilan; perlindungan privasi dan keamanan data; keandalan dan keamanan sesuai dengan tujuan yang dimaksudkan dari sistem AI; transparansi dan kemampuan menjelaskan; persaingan; dan akuntabilitas.

Prinsip-prinsip etika dikembangkan setelah rilis makalah diskusi awal tahun ini oleh Data61, lengan inovasi digital dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO). Makalah diskusi menyoroti perlunya pengembangan AI di Australia untuk dibungkus dengan kerangka kerja yang memadai untuk memastikan tidak ada yang ditetapkan pada warga negara tanpa pertimbangan etis yang tepat.

Pada saat rilis, Menteri Layanan Manusia dan Transformasi Digital, Michael Keenan, mengatakan bahwa pemerintah akan menggunakan temuan makalah dan umpan balik yang diterima selama periode konsultasi untuk mengembangkan kerangka kerja etika etika nasional AI.

Pemerintah Australia sendiri telah mengalokasikan 29,9 juta dolar Australia selama empat tahun untuk AI dan pembelajaran mesin, yang katanya pada saat itu akan mendukung inovasi bisnis di seluruh kesehatan digital, pertanian digital, keamanan dunia maya, energi, dan pertambangan.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement