Rabu 02 Oct 2019 18:34 WIB

Volume Bongkar Muat di Papua Alami Penurunan

Volume barang yang dimuat di Pelabuhan Jayapura turun 63 persen.

Rep: Antara/ Red: Friska Yolanda
Suasana Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin (2/9/2019).
Foto: Antara/Zabur Karuru
Suasana Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin (2/9/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan volume barang baik yang dibongkar dan dimuat di dua pelabuhan di wilayah tersebut mengalami penurunan pada Agustus 2019. Volume barang yang dimuat pada Agustus 2019 tercatat sebesar 12.567 ton atau menurun 7,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 13.585 ton.

"Di Pelabuhan Jayapura, volume muat barang pada Agustus 2019 tercatat sebesar 8.477 ton atau menurun 15,87 persen dibandingkan Juli 2019 yang sebesar 10.076 ton sedangkan Pelabuhan Merauke, volume muat barang tercatat sebesar 4.090 ton atau naik 16,56 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Papua Bambang Wahyu Ponco Aji, di Jayapura, Rabu (2/10).

Baca Juga

Menurut Bambang, volume barang yang dimuat pada Januari-Agustus 2019 menurun 58,84 persen bila dibandingkan dengan Januari-Agustus 2018 sebesar 203.494 ton. Hal tersebut dipengaruhi oleh menurunnya volume barang yang dimuat di Pelabuhan Jayapura sebesar 63,67 persen dan di Pelabuhan Merauke sebesar 23,75 persen.

"Sedangkan volume barang yang dibongkar pada Agustus 2019 sebesar 105.536 ton atau menurun 5,68 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 111.896 ton," ujarnya.

Dia menjelaskan di Pelabuhan Jayapura, volume bongkar barang pada Agustus 2019 tercatat sebesar 71.894 ton atau turun 16,48 persen dibandingkan Juli 2019 yang sebesar 86.080 ton. "Di Pelabuhan Merauke, volume bongkar barang tercatat sebesar 33.642 ton atau naik 30,31 persen," katanya.

Dia menambahkan volume bongkar barang di Pelabuhan Jayapura dan Pelabuhan Merauke pada Januari-Agustus 2019 menurun 0,22 persen bila dibandingkan Januari-Agustus 2018 yang sebesar 882.846 ton.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement