Selasa 24 Sep 2019 11:04 WIB

Hapus Status Verifikasi YouTuber, CEO YouTube Minta Maaf

YouTube memberlakukan kebijakan baru untuk status verifikasi akun milik YouTuber.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Hapus Status Verifikasi YouTuber, CEO YouTube Minta Maaf. (FOTO: Unsplash/Christian Wiediger)
Hapus Status Verifikasi YouTuber, CEO YouTube Minta Maaf. (FOTO: Unsplash/Christian Wiediger)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

YouTube memberlakukan kebijakan baru untuk status verifikasi akun milik YouTuber. Kebijakan tersebut membuat akun millik content creator tak lagi memiliki tanda bahwa mereka telah terverifikasi alias memiliki banyak subscribers.

Kebijakan verifikasi baru YouTube kini lebih mirip dengan verifikasi milik Facebook, Instagram, dan Twitter dalam menangani tanda checklist.

YouTube menyadari, menghapus status verifikasi akan mengganggu kreator konten. Namun, langkah itu diperlukan untuk memerangi peniruan akun terkemuka.

Baca Juga: Hati-Hati Komen di Youtube! Salah-Salah Bisa Di....

Dengan demikian, CEO YouTuber Susan Wojcicki meminta maaf kepada komunitas content creator dan YouTuber atas kebijakan tersebut.

Melansir dari The Verge (24/9/2019), Wojcicki mengatakan lewat akun Twitter pribadinya, "Saya minta maaf atas frusrtasi dan sakit hati yang kami sebabkan dengan metode baru kami terkait dengan verifikasi.”

Baca Juga: Lampaui 100 Juta Subscribers, PewDiePie Dapat 'Hadiah' dari YouTube

Wojcicki mengakui kekeliruan yang terjadi di YouTube saat hendak melakukan perbaikan. "Saat saya menulis ini, kami sedang berupaya untuk mengatasi masalah Anda, kami akan memiliki lebih banyak pembaruan segera," jelasnya.

Kendati demikian, para YouTuber masih memiliki waktu untuk mengajukan banding atas kebijakan ini sebelum YouTube memberlakukannya pada akhir Oktober mendatang. Saat ini, pihak YouTube terus meninjau secara manual setiap banding yang akan diajukan.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement