Senin 23 Sep 2019 16:30 WIB

Keluarkan Miliaran Dolar, Facebook 'Bersihkan' Nama Baik

Facebook telah menangguhkan puluhan ribu aplikasi di platform-nya

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Gelontorkan Miliaran Dolar, Perusahaan Zuckerberg 'Bersihkan' Nama Baik Akibat . . . .. (FOTO: Reuters/Stephen Lam)
Gelontorkan Miliaran Dolar, Perusahaan Zuckerberg 'Bersihkan' Nama Baik Akibat . . . .. (FOTO: Reuters/Stephen Lam)

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta

Facebook telah menangguhkan puluhan ribu aplikasi di platform-nya sebagai bagian dari penyelidikan pengembang aplikasi yang sudah dimulai sejak Maret 2018, tindak lanjut dari peristiwa kebocoran data Cambridge Analytica.

Aplikasi yang ditangguhkan itu berkaitan dengan sekitar 400 pengembang, menurut perusahaan. Namun, penangguhan itu tak berarti aplikasi tersebut mengancam keamanan pengguna.

"Kami sedang memproses (investigasi). Kami mungkin tak bisa menangkap semuanya, tapi kami mendapat sejumlah bantuan dari orang lain di luar Facebook," ujar perusahaan dalam sebuah kiriman blog, dikutip dari Reuters, Senin (23/9/2019).

 

Baca Juga: Diminta Senator Buat Jual WhatsApp dan Instagram, Jawaban Bos Facebook Tegas!

Awal tahun ini, perusahaan setuju membayar denda senilai US$5 miliar kepada Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) guna menyelesaikan penyelidikan pemerintah dalam praktik privasinya.

Penyelidikan itu dipicu oleh tuduhan kalau Facebook melanggar syarat dan ketentuan pada 2012 dengan membagikan informasi kredensial milik 87 juta pengguna kepada perusahaan konsultan politik Inggris, Cambridge Analytica.

Sejak itu, Facebook sepakat untuk meningkatkan perlindungan data pengguna dan membatasi jumlah informasi pengguna Facebook yang dapat diminta oleh pengembang pihak ketiga.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement