Ahad 25 Aug 2019 03:33 WIB

Rokhmin: Laut Bisa Jadi Tulang Punggung RI dan Malaysia

Laut Indonesia bisa mampu menyerap 40 juta tenaga kerja.

Prof Rokhmin Dahuri mengisi Syarahan Perdana di University Malaysia Terengganu (UMT).
Foto: Dok Rokhmin Dahuri
Prof Rokhmin Dahuri mengisi Syarahan Perdana di University Malaysia Terengganu (UMT).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di depan civitas akademika University Malaysia Terengganu (UMT), Terengganu, pakar kelautan dan perikanan Prof  Dr  Ir  Rokhmin Dahuri MS  berbagi inspirasi, ilmu, dan juga cita-citanya membangun hubungan yang baik antara dua negara bersaudara, Indonesia-Malaysia, Selasa (20/8).

Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan  IPB Bogor itu memberikan penghormatan yang tinggi kepada Malaysia, dan berharap Indonesia mampu mencontoh segala yang baik yang datang darimana saja, terutama Malaysia.

Dengan gayanya yang khas, terbuka, ringan dan penuh data, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan di era Kabinet Gotong Royong itu memberikan inspirasi kepada semua yang hadir terutama para mahasiswa, agar mereka memiliki cita-cita yang tinggi, melebihi batasan-batasan yang mereka miliki.

“Tapi jangan lupa belajar yang maksimal. Bekerja yang keras. Serta meminta pertolongan kepada Allah. Saya anak nelayan, tapi hari ini dengan pertolongan Allah saya diberi kesempatan untuk memberikan manfaat yang besar kepada bangsa saya, negara saya, bahkan dunia. Maka jangan pernah berkecil hati apapun status sosial yang kita miliki,” ujar Rokhmin Dahuri dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (24/8).

Laut, menurut  ketua Masyarkat Akuakultur Indonesia (MAI),  punya kesempatan dan juga kekuatan untuk menjadi tulang punggung  bagi negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia. Mulai dari hasil lautnya, baik hasil tangkap ataupun budidaya, industri pariwisata, lalu lintas perdagangan, bahkan termasuk industri kreatif yang bisa diolah darinya, mampu menghasilkan banyak sekali peluang dan sumber kesejahteraan. “Secara kasar,  laut Indonesia bisa mampu menyerap 40 juta tenaga kerja Indonesia,” kata Rokhmin yang menjadi selalu menjadi bintang kelas sejak SD sampai kuliah.

Meski demikian, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Indonesia untuk sampai pada tahap kesejahteraan yang lahir dari lautan yang dimilikinya. Rokhmin Dahuri sangat mengapresiasi keberadaan University Malaysia Terengganu  (UMT) yang menjadi satu-satunya universitas di Malaysia yang memiliki disiplin ilmu mempelajari segala sumber daya kelautan Malaysia.

Melalui universitas ini, Malaysia menggali potensi dan juga mengajarkan ilmu tentang kelautan. Di universitas ini dididik intelektual muda yang akan melahirkan tenaga-tenaga penggerak di bidang kelautan dan perikanan. Mereka mengelola sumber daya laut dan segala biodiversity yang dimilikinya. Mereka akan mengembangkan tenaga alternatif yang bersumber dari lautan. Bahkan para akademisi ini mendapatkan tugas dari negara untuk mewujudkan lini baru ekonomi yang berbasis kelautan di Malaysia.

Salah satu yang akan didorong agar lebih maksimal adalah pertumbuhan jumlah wirausahawan yang ada di Malaysia. “Di Malaysia, jumlah wirausahawan yang ada sekitar 5% dari jumlah penduduknya. Sementara enterprenuer Indonesia baru mencapai 3,1% dari jumlah penduduknya. Bank Dunia menetapkan, standar minimal sebuah negara yang baik iklim usahanya adalah negara dengan jumlah enterprenuer 7% dari jumlah penduduknya,” paparnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement