Jumat 23 Aug 2019 17:44 WIB

Alibaba Tunda Listing di Bursa Hong Kong

Alibaba Group tunda rencana listing di bursa Hong Kong senilai 15 miliar dolar AS.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Alibaba Tunda Listing di Bursa Hong Kong. (FOTO: Bloomberg)
Alibaba Tunda Listing di Bursa Hong Kong. (FOTO: Bloomberg)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Keresahan politik di Hong Kong masih genting. Untuk itu, perusahaan e-commerce asal Cina, Alibaba Group Holding Ltd tunda rencana listing di bursa Hong Kong senilai 15 miliar dolar AS.

Melansir dari Reuters (23/8/2019), ada dua sumber yang menyatakan bahwa Alibaba menunda listing. Salah satu sumber mengatakan, untuk saat ini belum ada jadwal baru yang ditetapkan secara resmi. Namun, diperkirakan Alibaba akan melakukan kesepakatan di Hong Kong awal Oktober.

Baca Juga: Perebutan Gelar Perusahaan Paling Bernilai di Dunia: Apple hingga Alibaba, Siapa Jawara?

“Ketika ketegangan politik mereda dan kondisi pasar kembali membaik," ujar salah satu sumber.

Menurut sumber lain, listing akan dilaksanakan pada akhir Agustus. Hal itu disampaikan pada rapat dewan sebelum rilis pendapatan terbaru Alibaba pekan lalu.

Penundaan ini disebabkan oleh kurangnya stabilitas keuangan dan politik di Hong Kong saat demonstrasi pro demokrasi yang berubah menjadi lebih agresif telah berlangsung selama lebih dari 11 pekan dan menjerumuskan kota ke dalam kekacauan.

Baca Juga: Miliarder Alibaba Boyong Klub Basket New York, Harganya Fantastis!

Berdasarkan laporan Reuters, kedua sumber tersebut menolak untuk diidentifikasi karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Sementara itu, Alibaba menolak mengomentari rencana listing di Hong Kong.

Di sisi lain, listing oleh Alibaba adalah kesempatan besar bagi bursa saham Hong Kong, yang tertinggal dari saingan-saingannya di New York dalam pertempuran tahunan untuk menjadi tempat listing global terkemuka.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement