Kamis 15 Aug 2019 18:14 WIB

CEO PGN Jelaskan Kebijakan Strategi Energi Nasional

Ini wadah mahasiswa mengetahui peran BUMN sektor gas membangun kemandirian energi.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso menjelaskan strategi kebijakan energi nasional kepada mahasiswa dan mahasiswi UGM.
Foto: PGN
Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso menjelaskan strategi kebijakan energi nasional kepada mahasiswa dan mahasiswi UGM.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kembali menggelar acara goes to campus. Kali ini, PGN menyambangi Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Hadir pada acara tersebut, Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso, Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng dan ribuan mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Gigih menyampaikan kebijakan strategi nasional. Menurutnya, saat ini Indonesia masih bergantung pada minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan energinya. Di 2017 lalu, bauran energi Indonesia sebesar 241 Million Tonnes Oil Equivalen (MTOE) di mana 42 persen di antaranya adalah minyak bumi. Kemudian disusul batu bara 30 persen, lalu gas bumi 22 persen dan energi baru terbarukan (EBT) sebesar enam persen.

Baca Juga

Gigih melanjutkan, pada 2025, penggunaan minyak bumi ditargetkan bisa ditekan menjadi 25 persen. Lantas  batu bara sebesar 30 persen, gas bumi 22 persen dan EBT ditargetkan mencapai 23 persen di mana target bauran energi Indonesia enam tahun mendatang di angka 412 MTOE.

Pada 2050, pemerintah menargetkan penggunaan minyak bumi semakin menurun hanya 20 persen dan gas bumi makin meningkat menjadi 24 persen. “Implementasi kebijakan energi nasional melalui strategi bauran energi yang dilaksanakan secara konsisten akan mendukung tercapainya kemandirian energi, ketahanan energi dan pada akhirnya akan membuat Indonesia berdaulat dalam pemenuhan energinya,” ujar Gigih, Kamis (15/8) lalu.

Rektor UGM, Panut Mulyono mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PGN. Sosialisasi mengenai PGN dan pentingnya gas bumi bagi kemandirian energi perlu terus dilakukan. “Saya senang kegiatan ini dilakukan di UGM.  Ini menjadi wadah bagi mahasiswa/i mengetahui peranan dan kontribusi BUMN di sektor gas ini dalam membangun kemandirian energi Indonesia," katanya.

Gas bumi juga punya peran penting dalam bauran energi untuk mencapai kedaulatan energi nasional maupun memperbaiki neraca dagang Indonesia. Mantan Direktur Perencanaan Investasi dan Managemen Risiko di PT Pertamina (Persero) menegaskan, jika utilisasi gas bumi domestik dari tahun ke tahun semakin meningkat dan didukung oleh kebijakan pemerintah untuk mengalokasikan gas bumi untuk keperluan domestik dibandingkan untuk ekspor.

Lebih lanjut, kebijakan untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik telah dilakukan pemerintah bersama-sama dengan PGN sebagai subholding gas seperti pembangunan dan pengoperasian jaringan gas bumi untuk rumah tangga, konversi bahan bakar minyak ke gas bumi untuk transportasi darat dan laut. “Peningkatan pemanfaatan gas bumi tidak hanya memberi manfaat secara ekonomi namun juga bagi lingkungan,” ucapnya.

Saat ini, subholding gas telah tersambung jaringan gas sepanjang lebih dari 10 ribu kilometer dan pipa jaringan gas rumah tangga pemerintah sepanjang lebih dari 3800 km termasuk infrastruktur beyond pipeline, baik berbasis Compresed Natural Gas (CNG) maupun Liquified Natural Gas (LNG) diberbagai wilayah di Indonesia.

Sementara pengelolaan niaga gas bumi sebesar 900-950 BBTUD dengan jumlah pelanggan lebih dari 300 ribu.

Di sisi lain, Gigih menjelaskan, semua itu tidak akan bisa berjalan maksimal tanpa didukung sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. SDM mumpuni juga tidak bisa didapat secara instan. Oleh karenanya, generasi mendatang harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Melalui kegiatan ini juga, PGN mengajak talenta - talenta terbaik di negeri ini untuk bergabung dan memilih PGN sebagai workplace preference untuk bersama-sama membangun negeri dengan energi baik.

“Kementerian BUMN dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) punya Program Magang Mahasiswa Bersertifikat untuk meningkatkan sinergi manajemen SDM di lingkungan BUMN. Karena karyawan adalah aset yang sangat berharga bagi perusahaan, termasuk juga untuk BUMN ataupun PGN,” jelas dia.

Dirinci Gigih, program itu bertujuan agar mahasiswa dari perguruan tinggi mendapat pengayaan wawasan dan keterampilan agar saat masuk ke dunia kerja, mereka punya daya saing. Untuk membekali mahasiswa, pada program tersebut PGN juga memfasilitasi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja dengan melakukan praktik kerja.

 

“Selain menyediakan tempat magang, PGN  juga berkomitmen  menyediakan mentor selama program magang dan memberikan sertifikasi kepada mahasiswa pada saat program magang berakhir. Ini adalah bagian dari upaya PGN mendukung Program BUMN Hadir untuk Negeri,” tambah dia.

Termasuk PGN juga melaksanakan program beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan seleksi mahasiswa difabel sebagai bentuk penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement