Sabtu 10 Aug 2019 16:06 WIB

Bagaimana Tren Teknologi dan Industri pada 2025?

Setidaknya ada 10 tren teknologi dan industri yang akan terjadi pada 2025.

Rep: Redaksi WE Online(Warta Ekonomi)/ Red: Redaksi WE Online(Warta Ekonomi)
Huawei Rilis 10 Prediksi Megatrend Teknologi yang Akan Terjadi pada 2025. (FOTO: Pixabay)
Huawei Rilis 10 Prediksi Megatrend Teknologi yang Akan Terjadi pada 2025. (FOTO: Pixabay)

Huawei mengidentifikasi munculnya 10 megatrend baru yang mempengaruhi tatanan kehidupan manusia dan cara mereka bekerja di masa depan.

Hal tersebut ditulis Huawei dalam laporan mengenai Global Industry Vision (GIV) yang mencakup berbagai prediksi seputar perkembangan dunia teknologi dan industri hingga tahun 2025. Laporan GIV itu menjabarkan mengenai prediksi tren teknologi yang akan mewarnai pasar kompetisi menjelang tahun 2025, seperti implementasi jaringan 5G, maraknya gelaran teknologi berbasis AI, adopsi robot rumahan, hingga pemanfaatan smart assistant dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Huawei Tuntut Ratusan Juta ke Mantan Mitra di Amerika, Kenapa?

Sepuluh tren dan prediksi Huawei di tahun 2025 seperti yang termuat dalam laporan GIV, meliputi:

1. Robotika di Kehidupan Sehari-hari

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang material, AI perseptual, hingga jaringan menjadi pemacu makin gencarnya pengadopsian robotika dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk mendukung kebutuhan personal lainnya. GIV bahkan memprediksikan bahwa tingkat penetrasi robotika untuk rumahan akan tumbuh hingga 14 persen secara global.

2. Super Sight

Tingginya penerapan teknologi 5G, VR/AR, machine learning, dan sejumlah teknologi berkembang lainnya dalam kehidupan sehari-hari telah membuka cakrawala baru di dunia teknologi. GIV memprediksikan jumlah perusahaan yang memanfaatkan teknologi AR/VR akan meningkat sebesar 10 persen.

Baca Juga: Jejak Bos Huawei: Modal Rp8,2 Juta Hingga Jadi Perusahaan Terbesar di Dunia

3. Zero Search

Model pencarian di masa depan tak lagi membutuhkan tombol untuk memberi perintah. Kehidupan sosial akan terbangun dengan mudahnya. Industri akan menerima manfaat besar dari “zero-search maintenance”. GIV memprediksikan bahwa 90 persen pemilik perangkat cerdas akan mengaktifkan teknologi personal assistants cerdas untuk keperluan sehari-hari.

4. Sistem Transportasi Cerdas

Sistem transportasi cerdas diprediksikan akan mampu membangun keterhubungan antara manusia, kendaraan, dan infrastruktur yang mendorong sistem lalu lintas bebas macet, sistem tanggap kedaruratan yang baik di masa depan, serta beragam fungsi lain yang memudahkan kehidupan manusia. GIV memprediksikan bahwa nantinya 15 persen kendaraan akan dilengkapi dengan teknologi Cellular Vehicle-to-Everything.

5. Bekerja Berdampingan Dengan Robot

GIV memprediksi untuk setiap 10.000 pekerja akan berdampingan dengan 103 robot di tiap-tiap industri.

Baca Juga: Huawei: Bisnis dan Politik Itu Berbeda

6. Augmented Creativity

Cloud AI diprediksikan akan berperan banyak dalam memangkas biaya dan kendala yang selama ini dihadapi dalam pelaksanaan eksperimen berbasis sains, menciptakan inovasi, hingga di bidang seni. GIV memprediksikan bahwa 97 persen perusahaan berskala besar akan menggelar teknologi AI di sistem mereka.

7. Komunikasi Bebas Hambatan

AI dan analitik big data akan berperan besar dalam membangun komunikasi yang bebas hambatan antara perusahaan dengan pelanggan. Hal ini diharapkan akan mampu mendobrak kendala bahasa di antara mereka. GIV memprediksikan bahwa nantinya 86 persen data yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan di dunia akan digunakan secara optimal oleh mereka.

8. Ekonomi Simbiotik

Diadopsinya teknologi digital dan aplikasi-aplikasi cerdas oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia diharapkan akan menjadi pendorong terciptanya kolaborasi yang kian kuat, mendukung perusahaan untuk saling berbagi sumber daya demi terwujudnya ekosistem global yang kuat dan produktivitas yang meningkat. GIV memprediksikan bahwa nantinya seluruh perusahaan akan memanfaatkan teknologi awan dan 85 persen dari seluruh aplikasi yang digunakan dalam bisnis akan berbasis di awan.

Baca Juga: Kapan Indonesia Adopsi Jaringan 5G? In Kata Huawei

9. Gelaran 5G Semakin Cepat

5G sudah di depan mata dan jauh lebih cepat dari generasi nirkabel pendahulunya. GIV memprediksikan bahwa pada tahun 2025, 58 persen populasi penduduk di dunia akan dapat menikmati akses 5G.

10. Tata Kelola Digital Global

Kemajuan teknologi digital perlu berjalan selaras dengan regulasi terkait dalam berbagi data dan setiap penggunaannya. GIV memprediksi pada tahun 2025 bahwa volume data secara global akan mencapai 180 ZB (1 ZB = 1 trillion GB) tiap tahunnya.

Menurut penuturan Kevin Zhang, CMO Huawei ICT Infrastructure, manusia tak akan pernah berhenti bereksplorasi.

"Kita perlu melihat jauh ke depan dan beralih dari ‘giat berinovasi’ menjadi ‘gigih mencipta’.  Perubahan cepat akan terjadi dalam kehidupan manusia, budaya kerja, dan dalam kehidupan bermasyarakat, seriring makin tingginya pengadopsian teknologi AI, 5G, komputasi awan, serta sejumlah teknologi berkembang lainnya," ucap Kevin Zhang dalam keteragannya, Kamis (8/8/2019).

Baca Juga: Pendapatan Huawei Tumbuh 23,2% secara Global, di Indonesia?

Kevin melanjutkan, dalam menanggapi perkembangan teknologi, Huawei berkomitmen dalam pembangunan platform digital, peningkatan pengalaman pengguna, serta penciptaan teknologi cerdas sebagai fondasi terwujudnya konektivitas di segala lini kehidupan dan dalam setiap skenario pemanfaatannya.

"Misi kami adalah menciptakan masa depan yang cerdas yang mendukung kehidupan manusia, di rumah, hingga di perusahaan, hingga dibukanya peluang-peluang baru yang mendorong terwujudnya pertumbuhan yang tinggi," pungkasnya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement