Jumat 09 Aug 2019 16:32 WIB

Ditahan KPK, Ini Rantai Bisnis Milik Soetikno Soedarjo

KPK menetapkan Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus suap mesin pesawat

Rep: Clara Aprilia Sukandar(Warta Ekonomi)/ Red: Clara Aprilia Sukandar(Warta Ekonomi)
Ditahan KPK, Ini Rantai Bisnis Milik Soetikno Soedarjo. (FOTO: MedCom)
Ditahan KPK, Ini Rantai Bisnis Milik Soetikno Soedarjo. (FOTO: MedCom)

KPK baru saja menetapkan Soetikno Soedarjo, pendiri PT Mugi Rekso Abadi alias MRA Group sebagai tersangka kasus suap mesin pesawat Rolls Royce dan pencucian uang.

MRA Group merupakan sebuah perusahaan induk dari beberapa perusahaan media besar. Mereka juga merupakan pengelola sebuah hotel mewah di Bali yang jadi langganan selebriti Hollywood, dan kafe mewah yang ikonik.

Perusahaan ini memiliki beberapa anak usaha lho. Daripada penasaran, berikut deretannya:

Baca Juga: Resmi Ditahan KPK, Harta Kekayaan Politikus PDIP Bikin Dada Sesak!!

1. Media

Bukan hanya media cetak yang berada di bawah naungan perusahaan milik Soetikno Soedarjo ini. MRA Group juga membawahi radio. Media miliknya, antara lain CosmopolitanHarper’s BazaarMother & BabyHerworld, dan Casa. Sementara itu, di segmen radio, mereka ada Hard Rock FMCosmopolitan FMTrax FMI-RadioMNI, dan Brava FM.

2. Hard Rock Cafe

Kafe yang menyajikan live band dengan memainkan lagu Rock dan top 40s ini juga tergabung dalam MRA Group. Lokasinya ada di Jakarta dan Kuta, Bali. Kafe ini memang terkenal dengan interiornya yang penuh dengan pajangan gitar-gitar mahal.

3. Haagen Dazs

Es krim premium asal Paman Sam ini juga punya banyak outlet di kota-kota besar Indonesia, termasuk Jakarta. Gerainya pun berbentuk kafe, kurang lebih mirip dengan Cold Stone yang asyik dimanfaatkan sebagai tempat hangout.

4. Lalla Jakarta

Restoran satu ini juga berada di bawah perusahaan milik Soetikno Soedarjo. Intinya, ini adalah restoran fusion yang letaknya di Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Buset, Harta Emirsyah Satar Ada di Mana-Mana

Restoran ini bisa dibilang resto menengah ke atas juga. Harga hidangannya diprediksi di kisaran Rp500 ribu untuk dua orang. Untuk satu botol bir, kurang lebih dihargai Rp50 ribuan di restoran ini.

5. RTL

Sama seperti Lalla, mereka juga punya resto bercita rasa Amerika Latin. Namanya RTL dan letaknya pun sama, yaitu di Gatot Subroto. Resto ini juga menargetkan pasar menengah ke atas. Dan, tampaknya cukup pas didatangi untuk menghindari kemacetan di Jakarta.

6. Bvlgari

Di Indonesia, MRA Group merupakan pemegang lisensi merek barang mewah satu ini. Di tahun 1995, perusahaan perhiasan asal Italia ini masuk ke Indonesia lewat PT Mogems Putri International. Butiknya bukan hanya ada di Jakarta, melainkan juga ada di Bali.

7. Bang & Olufsen

Bang & Olufsen merupakan merek speakerheadphone, dan televisi. PT Sarana Elektrindo yang berada di bawah MRA Group menjadi distributor utama brand ini sejak tahun 2011. Selain di Pacific Place, mereka juga punya outlet di Bali.

8. Ferrari

Mobil mewah yang berada di bawah naungan perusahaan Soetikno Soedarjo adalah Ferrari. Ferrari didistribusikan oleh PT Surya Sejahtera Otomotif yang markasnya di Jl. Tb Simatupang, Jakarta Selatan. Supercar berlogo kuda jingkrak ini juga difavoritkan banyak crazy rich Tanah Air. Beberapa di antaranya Hotman Paris, Basrizal Koto, dan lainnya.

9. The Bvlgari Resort

Baca Juga: Mayoritas Capim KPK Adalah Miliarder, Hartanya Ada yang Sentuh Rp1 Triliun

Sebagai hotel di Bali, Bvlgari Resort yang terletak di Uluwatu juga merupakan hotel langganan selebriti Hollywood. Hotek ini dekat dari Pantai Nyang Nyang, Karma Kandara, dan OMNIA Day Club. Harga kamar di sini mulai dari Rp11 jutaan hingga Rp80 jutaan.

Resor ini memang punya pemandangan sangat cantik. Selain  itu, pelayanannya juga benar-benar patut diacungi jempol. Resor ini pernah dijadikan tempat bermalam oleh Justin Bieber saat dirinya menyambangi Pulau Dewata.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement