Kamis 08 Aug 2019 06:29 WIB

Seberapa Besar Tingkat Kebahagiaan Mitra Gojek? Ini Kata Lembaga Riset UI

Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mengungkapkan keuntungan...

Rep: Tanayastri Dini Isna(Warta Ekonomi)/ Red: Tanayastri Dini Isna(Warta Ekonomi)
Seberapa Besar Tingkat Kebahagiaan Mitra Gojek? Ini Kata Lembaga Riset UI. (FOTO: Go-Jek)
Seberapa Besar Tingkat Kebahagiaan Mitra Gojek? Ini Kata Lembaga Riset UI. (FOTO: Go-Jek)

WARTA EKONOMI -- Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mengungkapkan keuntungan nirfinansial yang dirasakan oleh para mitra di dalam ekosistem Go-Jek. Secara umum, mitra memiliki skor 24,3 dari maksimal 35, berdasarkan The Satisfaction with Life Scale (SWL).

Adapun, 5 faktor utama di balik kebahagiaan mitra, yaitu: kesesuaian pekerjaan dengan kepribadian; interaksi sosial dan rasa persaudaraan yang kuat, khususnya keterlibatan di banyak komunitas; perasaan otonom dalam bekerja, khususnya waktu kerja yang fleksibel; penghargaan atau apresiasi dari pelanggan, perusahaan, teman, serta pembelajaran dari lingkungan sekitar; merasa dibutuhkan.

“Pada riset sebelumnya, kami menghitung kontribusi Gojek terhadap perekonomian Indonesia. Namun, hal yang perlu ditelaah lebih lanjut, apakah kontribusi ekonomi itu juga diikuti kepuasan dan kebahagiaan mitranya?” kata Kepala Kepala Lembaga Demografi FEB UI, Turro S. Wongkaren di Diseminasi Hasil Penelitian berjudul Makna Kerja, Tingkat Kepuasan, dan Well-Being Mitra Gojek, Rabu (7/8/2019).

Baca Juga: Tampung Aspirasi Mitra Driver, Manajemen Gojek Lakukan Ini

Dari riset itu juga ditemukan fakta, mitra Golife merasa mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri. Sementara mitra Goride lebih merasakan manfaat finansial.

“Go-ride lebih banyak dalam wawancara menyebutkan keuntungan finansial. mereka merasa terselamatkan dr hal-hal (terkait) itu. Kalau yang go-life merasa dapat kesempatan pelatihan dan kesempatan untuk berkembang,” tambah Peneliti LD FEB UI, Bagus Takwin.

Menggunakan konsep well-being dari Martin Seligman, penelitian itu menemukan, para mitra Gojek mengalami unsur-unsur kebahagiaan yang melitputi: emosi positif, keterlibatan intensif, hubungan positif, makna, dan pencapaian.

Baca Juga: Bravo! Boy Thohir Jadi Komisaris Gojek, Saham Adaro Bak Cacing Kepanasan!

Bagus berujar, “Faktor yang membuat mereka mengalami hal-hal tersebut sendiri ialah: apresiasi pelangggan, penggunaan layanan sesuai, lingkungan aman, bisnis berkelanjutan, kemudahan informasi.”

Penelitian kualitatif terhadap 201 mitra Go-Ride, Go-Car, Go-Food, dan Go-Life (Go-Massage, Go-Clean, dan Go-Auto) di 9 kota, meliputi: Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Balikpapan, Makassar, dan Palembang. Responden merupakan mitra Gojek yang aktif sleama 6 bulan terakhir. Dari 201 responden, ada 109 laki-laki dan 92 perempuan.

Pada riset sebelumnya, LD FEB UI menyebutkan, Gojek berkontribusi sekitar Rp44,2 triliun hingga Rp55 triliun jika menggunakan asumsi 100% mitra aktif pada 2018.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement