Senin 22 Jul 2019 10:44 WIB

Bank Mandiri Target Dana Murah 10 persen Hingga akhir 2019

Pertumbuhan DPK masih rendah dikarenakan masih ketatnya likuiditas di pasar keuangan.

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda
Bank Mandiri
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Bank Mandiri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar sembilan persen hingga 10 persen hingga akhir tahun ini. Pada semester II 2019 pertumbuhan DPK Bank Mandiri baru mencapai lima persen.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunadi mengatakan pertumbuhan DPK masih rendah dikarenakan masih ketatnya likuiditas di pasar keuangan. “Lebih ke likuiditas yang ketat, tapi belakang ini sudah diberikan kelanggaran Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 0,5 persen jadi likuiditas di market makin banyak,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/7).

Baca Juga

Menurut Hery, tingginya tingkat suku bunga acuan justru mendorong aliran dana masuk ke perbankan melalui deposito, ketimbang dana murah. Setidaknya, guna mendorong masuknya dana murah ini, Bank Mandiri mendorong adanya peningkatan transaksi.

Beberapa langkah lainnya yang dilakukan untuk peningkatan DPK, dengan mendorong pertumbuhan tabungan bisnis yang menargetkan nasabah di pusat dagang. Selanjutnya, meningkatkan tabungan pay roll dengan departemen yang memungkinkan untuk meningkatkan tabungannya.

“Kami juga meningkatkan agen banking di daerah-daerah yang belum memiliki cabang, terutama di daerah pedesaan,” jelasnya.

Bank Mandiri juga mencatatkan penurunan Net Interest Margin (NIM) sebesar 14 basis poin secara tahunan menjadi 5,58 persen. Penurunan ini disebabkan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang tumbuh lebih pelan dibandingkan earning asset.

Sebagai catatan saja, per Juni 2019 NII Bank Mandiri masih naik 8,95 persen secara tahunan menjadi Rp 2,36 triliun. Adapun, bila dirinci pertumbuhan pendapatan bunga hanya tumbuh 14,85 persen secara tahunan pada kuartal II 2019. Sementara itu, beban bunga Bank Mandiri naik lebih deras sebesar 27,6 persen secara tahunan pada periode yang sama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement