Rabu 26 Jun 2019 19:13 WIB

Eastspring Investments akan Tambah Reksa Dana Syariah

Reksa dana syariah offshore ditambah karena permintaannya masih tinggi.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda
Kantor Eastpring Indonesia di Jakarta
Foto: Dok Eastspring
Kantor Eastpring Indonesia di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eastspring Investments Indonesia akan meluncurkan reksa dana syariah offshore baru pada semester II ini. Kepala Unit Syariah Eastspring Investments Indonesia, Rian Wisnu Murti mengatakan permintaan untuk produk ini masih tinggi.

"Kebetulan demand memang ada di produk itu, jadi kita mau keluarin dengan kondisi yang lebih tematik lagi," ujar Rian dalam acara Halal Bihalal Eastspring Investments Indonesia, Rabu (26/6).

Menurut Rian, perusahaan menargetkan dana kelola dari produk ini sebesar 20 juta dolar AS. Diharapkan target tersebut tercapai dalam kurun waktu enam bulan ke depan terhitung sejak peluncuran awal. 

Rian menjelaskan, produk reksa dana saham syariah ini nanti asetnya akan fokus mengambil saham-saham yang berada di kawasan Cina. Terkait alasan fokus di kawasan ini, Rian menuturkan, kawasan Cina masih memiliki kondisi ekonomi yang sangat solid meski ikut terdampak perang dagang.

"Saya pikir memang global lagi rusuh, tapi di dalam domestik mereka bisa bertahan, jualan di dalam negeri saja juga mereka tetap hidup," kata Rian.

Sebelumnya, perusahaan manajer investasi ini juga sudah pernah meluncurkan satu produk yang sama pada 2016 yaitu Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pasific USD dengan total dana kelola senilai 35,42 juta dolar AS. 

Bedanya dengan produk terbaru ini, menurut Rian, kawasan aset sahamnya lebih luas. Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pasific USD mengambil aset saham di 10 negara di antaranya Cina, Korea Selatan, Australia, Taiwan, India dan sejumlah negara di Asia Tenggara. 

Rian menjelaskan, produk reksa dana syariah offshore yang baru ini merupakan salah satu dari lima produk yang akan diluncurkan pada semester II tahun ini. Selain reksa dana syariah offshore, perusahaan juga akan meluncurkan reksa dana terproteksi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement